Senin, 21 Oktober 2019 06:18

Kebiasaan Baik KH Hasyim Muzadi (10): Tak Kuat Bayar, Diusir dari Tempat Kos

Minggu, 02 April 2017 01:47 WIB
Kebiasaan Baik KH Hasyim Muzadi (10): Tak Kuat Bayar, Diusir dari Tempat Kos

Oleh: M Mas'ud Adnan

Kiai Hasyim Muzadi bercerita secara blak-blakan kondisi ekonominya ketika masih muda. Sewaktu menjadi mahasiswa dan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ia mengaku sangat kesulitan ekonomi. Bahkan saking melaratnya ia mengaku tak bisa bayar kos. Maklum orang tuanya sudah tak mengirimi uang.

”Karena tak bisa bayar, akhirnya saya diusir,” tuturnya sembari mengatakan bahwa saat itu ia kos bersama temannya yang juga aktivis PMII.

Ia akhirnya keluar dari rumah kos dan berjalan kaki mencari tempat sekadar untuk numpang tidur. ”Karena tak punya uang jalan kaki,” katanya.

Anehnya, temannya sebelum meninggalkan rumah itu masih sempat mencuri timba sumur milik ibu kosnya. Timba itu dijual karena tak punya duit.

”Saya tanya kok timbanya dicuri, dia bilang kan kita sudah tak tidur di situ lagi,” tutur Kiai Hasyim Muzadi menirukan jawaban temannya sembari tertawa.

Kiai Hasyim Muzadi kemudian numpang di kantor PMII. Sambil aktif di PMII Kiai Hasyim Muzadi kemudian mengembangkan profesi sebagai penceramah atau muballigh. Ia yang bercita-cita jadi orator seperti Bung Karno mulai diundang orang. Kiai Hasyim Muzadi memang punya kemampuan orasi cukup baik meski suaranya tak menggelegar seperti Bung Karno.

”Pulangnya dikasih berkat (nasi lauk dan kue dari acara) dan dimakan bersama oleh teman-teman PMII,” katanya.

Sejak itu Kiai Hasyim Muzadi mulai memegang uang karena dapat bisyarah atau salam tempel dari hasil ceramahnya. ”Mulailah ekonomi membaik,” katanya.

Bahkan Kiai Hasyim Muzadi kemudian terpilih sebagai anggota DPRD. Sejak itu karirnya terus meningkat pesat. Apalagi di NU, Kiai Hasyim Muzadi terus mendapat jabatan strategis. Dimulai sebagai aktivis PMII dan ketua ranting NU sampai ketua Ansor Jatim dan ketua PWNU Jatim bahkan kemudian terpilih sebagai ketua umum PBNU dua periode.

Ia mengaku khatam jabatan di NU karena dimulai dari ketua ranting NU sampai jabatan tertinggi di NU yaitu ketua umum PBNU due periode. (m mas’ud adnan/bersambung) 

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...