Minggu, 29 Maret 2020 04:44

Kebiasaan Baik KH Hasyim Muzadi (10): Tak Kuat Bayar, Diusir dari Tempat Kos

Minggu, 02 April 2017 01:47 WIB
Kebiasaan Baik KH Hasyim Muzadi (10): Tak Kuat Bayar, Diusir dari Tempat Kos

Oleh: M Mas'ud Adnan

Kiai Hasyim Muzadi bercerita secara blak-blakan kondisi ekonominya ketika masih muda. Sewaktu menjadi mahasiswa dan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ia mengaku sangat kesulitan ekonomi. Bahkan saking melaratnya ia mengaku tak bisa bayar kos. Maklum orang tuanya sudah tak mengirimi uang.

”Karena tak bisa bayar, akhirnya saya diusir,” tuturnya sembari mengatakan bahwa saat itu ia kos bersama temannya yang juga aktivis PMII.

Ia akhirnya keluar dari rumah kos dan berjalan kaki mencari tempat sekadar untuk numpang tidur. ”Karena tak punya uang jalan kaki,” katanya.

Anehnya, temannya sebelum meninggalkan rumah itu masih sempat mencuri timba sumur milik ibu kosnya. Timba itu dijual karena tak punya duit.

”Saya tanya kok timbanya dicuri, dia bilang kan kita sudah tak tidur di situ lagi,” tutur Kiai Hasyim Muzadi menirukan jawaban temannya sembari tertawa.

Kiai Hasyim Muzadi kemudian numpang di kantor PMII. Sambil aktif di PMII Kiai Hasyim Muzadi kemudian mengembangkan profesi sebagai penceramah atau muballigh. Ia yang bercita-cita jadi orator seperti Bung Karno mulai diundang orang. Kiai Hasyim Muzadi memang punya kemampuan orasi cukup baik meski suaranya tak menggelegar seperti Bung Karno.

”Pulangnya dikasih berkat (nasi lauk dan kue dari acara) dan dimakan bersama oleh teman-teman PMII,” katanya.

Sejak itu Kiai Hasyim Muzadi mulai memegang uang karena dapat bisyarah atau salam tempel dari hasil ceramahnya. ”Mulailah ekonomi membaik,” katanya.

Bahkan Kiai Hasyim Muzadi kemudian terpilih sebagai anggota DPRD. Sejak itu karirnya terus meningkat pesat. Apalagi di NU, Kiai Hasyim Muzadi terus mendapat jabatan strategis. Dimulai sebagai aktivis PMII dan ketua ranting NU sampai ketua Ansor Jatim dan ketua PWNU Jatim bahkan kemudian terpilih sebagai ketua umum PBNU dua periode.

Ia mengaku khatam jabatan di NU karena dimulai dari ketua ranting NU sampai jabatan tertinggi di NU yaitu ketua umum PBNU due periode. (m mas’ud adnan/bersambung) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...