Selasa, 20 Oktober 2020 21:29

NU di Panggung Internasional, Khariri Makmun Ungkap Arah PBNU saat Dipimpin Kiai Hasyim Muzadi

Senin, 21 September 2020 15:04 WIB
Editor: Tim
NU di Panggung Internasional, Khariri Makmun Ungkap Arah PBNU saat Dipimpin Kiai Hasyim Muzadi
Khariri Makmun. foto: ist/ bangsaonline.com

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Wakil Direktur Eksekutif International Conference of Islamic Scholars (ICIS), Khariri Makmun, menilai kapabilitas Nahdlatul Ulama (NU) sangat mumpuni untuk aktif memainkan peran di panggung internasional.

Menurut Khariri, sebagai organisasi Islam terbesar di dunia berhaluan Ahlus Sunnah Waljamaah (Aswaja), NU seharusnya aktif memainkan perannya dengan cara mencari solusi dari isu-isu dunia islam yang berpotensi menjadi persoalan global.

“Peran NU dalam geopolitik global sangat penting dan dibutuhkan untuk memediasi konflik di sejumlah negara, maupun untuk memperkuat hubungan bilateral dan multilateral Indonesia di tingkat Internasional. Karenanya, dibutuhkan lebih banyak diplomat dari kader NU,” kata Khariri Makmun pada webinar nasional ke-8 dengan tema Refleksi Diplomasi Kiai Hasyim Muzadi yang diselenggarakan Institut Hasyim Muzadi (IHM), Sabtu (19/9/2020) malam.

Dalam webinar itu sejumlah narasumber hadir. Antara lain Dr. Nur Hasan Wirajuda (Menlu RI 2001-2009), Yusron Ambari (Direktur Diplomasi Publik Kemlu), Chozin Khumaidi (Dubes RI di Lebanon periode 2016-2019) dan Khariri Makmun (Wakil Direktur Eksekutif ICIS/penulis buku NU dan Diplomasi Global).

Menurut Khariri, terkait hubungan internasional yang harus dikembangkan oleh NU, setidaknya ada 4 empat ghirah (sentimen) agama yang begitu mudah beresonansi menjadi kekuatan yang menyebar ke segala penjuru bumi dengan besaran yang tak terkirakan.

Mengutip karya Jonathan Fox, The Multiple Impacts of Religion on International Relations: Perceptions and Reality, Khariri menyebut pengaruh agama yang meliputi empat hal. Pertama, sumber legitimasi bagi Negara. Kedua, pengaruh kuat nilai dan wawasan agama. Ketiga, internasionalisasi konflik agama, dan keempat, fenomena menyebarnya kasus agama sebagai isu transnasional.

Khariri mengungkap arah PBNU saat dipimpin KH Hasyim Muzadi. Menurut dia, saat menjadi Ketua Umum PBNU periode 1999-2005, Kiai Hasyim Muzadi tidak ingin NU hanya menjadi pemain lokal yang berwawasan dan berpikir domestik. Kiai Hasyim Muzadi melihat bahwa kapabilitas NU sangat mumpuni untuk terlibat dalam wacana-wacana global dan membantu menangani persoalan-persoalan dunia internasional. Karena itu Kiai Hasyim Muzadi selalu membangun jaringan inernasional dengan isu-isu Islam rahmatan lil-alamin.

Dalam pandangan Kiai Hasyim Muzadi, kata Hariri, saat ini telah terjadi perubahan tren global dan regional. Rivalitas hegemoni atau kepemimpinan global sedang terjadi antara Amerika dengan Tiongkok.

“Indonesia, dengan jalur sutra yang diapit oleh berbagai negara satelit dari Amerika dan Tiongkok, mau tidak-mau harus memperkuat diri,” kata Hariri.

Sementara geopolitik di Asia Timur dan Asia Tenggara, dalam konteks ekonomi, budaya maupun pertahanan dan keamanan, masih rentan konflik dan menjadi rebutan negara besar di luar kawasan.

Khariri menekankan bahwa dalam konteks perubahan dinamika regional dan global, Islam rahmatan lil alamin, karakter ideologi keagamaan NU sangat dibutuhkan dalam memperkuat hubungan internasional Indonesia. Karena itu NU harus mempertahankan sikap moderat, terbuka, guyub, bersatu, dan mampu mengakomodasi berbagai tradisi lokal sebagai jalan diplomasi. (tim)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 19 Oktober 2020 22:35 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri ternyata memiliki air terjun yang luar biasa indahnya. Namanya Air Terjun Ngleyangan. Sayangnya, untuk mencapai air terjun yang konon pernah dijadikan tempat bertapa Raja Kediri itu, sangat sulit ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Senin, 28 September 2020 22:43 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*32. waidhrib lahum matsalan rajulayni ja’alnaa li-ahadihimaa jannatayni min a’naabin wahafafnaahumaa binakhlin waja’alnaa baynahumaa zar’aanDan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua...
Sabtu, 17 Oktober 2020 14:42 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...