SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dalam hitungan pekan, tahun 2016 akan segera berakhir dan beralih ke 2017. Sebelum beranjak ke tahun yang baru, Pemkot Surabaya melakukan review singkat sejumlah capaian yang telah diraih di bidang pembangunan infrastruktur.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Bappeko Surabaya Dwijajawardhana mengatakan, fokus APBD Kota Surabaya tahun 2016 memang ada pada bidang infrastruktur. Namun demikian, lanjut dia, pembangunan infrastruktur yang dikonsep Pemkot tetap harus berbasis ekologi yang ramah lingkungan.
BACA JUGA:
- Revitalisasi Dikebut, 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026
- Bukan Cagar Budaya Asli, Pemkot Surabaya Hapus Status dan Bongkar Fasad Eks Toko Nam
- Pendaftaran Beasiswa Pemuda Tangguh Dibuka, Pemkot Surabaya Fokus Jemput Bola untuk Warga Desil 1-5
- Surabaya Kejar Penunggak Nafkah, Sistem Notifikasi Muncul Otomatis
Pembangunan yang berwawasan lingkungan tampaknya sudah menjadi ciri khas Kota Pahlawan. Itulah sebabnya, di tengah kemajuan pesat pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan, gedung pemerintahan dan sebagainya, Pemkot tetap memperhatikan aspek estetika dan keindahan lingkungan.
Pria yang akrab disapa Dwija itu melanjutkan, di antara sekian triliun APBD Surabaya, sebagian dialokasikan untuk pembangunan dan perawatan taman kota. Saat ini sudah ada 60 taman kota yang tersebar di berbagai penjuru kota. “Harapannya, taman-taman tersebut mampu menjadi wadah sarana interaksi warga kota. Tentunya disamping fungsi utamanya sebagai ruang terbuka hijau,” terangnya Dwija saat acara media gathering di ruang ATCS, Kamis (22/12).
Proyek prestisius Pemkot yakni Jembatan Suroboyo juga diresmikan tahun ini. Tepatnya pada 9 Juli 2016. Proyek multiyears yang dimulai 2014 itu telah rampung dan menjadi ikon baru wisata di kawasan pesisir pantai Kenjeran. Selain merupakan bagian dari konsep penataan kawasan pesisir, jembatan tersebut juga berfungsi sebagai penambahan sarana jalan baru. Rencananya, jembatan Suroboyo akan diintegrasikan dengan jalan baru lainnya yang terkoneksi hingga bandara Juanda.
Selain itu, Pemkot telah membebaskan lahan di depan Sentra Ikan Bulak. Di lahan tersebut, nantinya akan dibuat taman lengkap dengan ikon patung raksasa berbentuk suro dan boyo. “Tamannya sudah mulai jadi, tinggal patungnya mungkin tahun depan bisa dinikmati publik,” kata alumnus ITS tersebut.






