Kamis, 24 Mei 2018 09:02

RGS Dukung Langkah Bupati Sambari Berantas Pungli

Kamis, 03 November 2016 17:37 WIB
RGS Dukung Langkah Bupati Sambari Berantas Pungli
Pendiri RGS, H. M .Khozin Ma'sum (dua dari kanan) saat bertemu Presiden RI ke-5, Megawati Soekarno di Istana Negara. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Genderang perang terhadap segala bentuk pungli (pungutan liar) di lingkup Pemkab Gresik yang dilakukan Bupati Sambari Halim Radianto, banyak mendapatkan dukungan berbagai pihak.

Sebab, kebijakan tersebut terbukti jitu dan berimbas positif terhadap pelayanan publik. Bahkan, dengan adanya kebijakan tersebut, masyarakat menjadi memiliki pegangan dan keberanian untuk mengungkap oknum pejabat maupun PNS (pegawai negeri sipil) yang diduga melakukan pungli.

"Sangat sangat mendukung. RGS sangat mengapresiasi langkah Bupati yang membuat kebijakan perang terhadap pungli," kata Pendiri RGS (Relawan Gerakan Sosial) Kabupaten Gresik, H. M. Khozin Ma'sum kepada BANGSAONLINE, Kamis (3/11).

Menurut Khozin, langkah Bupati mengusut dugaan pungli yang diduga dilakukan oleh Kepala UPT Pasar merupakan bentuk konkret bahwa orang nomor satu di Pemkab Gresik ini ingin memberantas segala bentuk praktik pungli hingga akar-akarnya.

Langkah ini diharapkan bisa memberikan efek jera terhadap semua PNS dan semua pejabat di lingkup Pemkab Gresik agar tidak sekali-kali melakukan pungli. "Pungli adalah musuh kita. Makanya, harus diperangi," jelas bendahara umum DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Bakuppi (Badan Koordinasi Ulama dan Pondok Pesantren Indonesia) ini.

Pada kesempat ini, Khozin juga mengaku mengapresiasi langkah Bupati, saat mengambil sumpah guru dan kepala sekolah dengan memberikan instruksi agar tidak sekali-kali lakukan pungutan, tarikan dan sejenisnya, Kamis (3/11).

Sebab, instansi yang dinaungi para guru dan kepala sekolah, yakni Dispendik (Dinas Pendidikan) sudah lama menjadi sorotan masyarakat soal dugaan maraknya pungli. Sehingga, dengan adanya kebijakan Bupati tersebut diharapkan bisa menghilangkan segala bentuk pungli di lingkup pendidikan. "Harus bisa dihilangkan praktik-praktik tidak mendidik tersebut," terang cucu KH.Abdul Karim ini.

Khozin mengajak kepada semua komponen masyarakat di Kabupaten Gresik agar mendukung langkah Bupati untuk memberantas pungli di lingkup Pemkab Gresik. Caranya, masyarakat yang mengetahui praktik pungli, baik di tingkat pemerintahan desa, kecamatan hingga Kabupaten diminta tidak takut melapor ke institusi berwenang.

"Kami berharap dengan adanya kebijakan saber(sapu bersih) pungli yang dilakukan Bupati bisa membuat Kabupaten Gresik bebas dari pungli," pungkasnya. (hud/rev)

Rabu, 23 Mei 2018 22:26 WIB
Perjalanan yang istimewa, sahur dan buka puasa di 2 negara bagian. Istimewa karena di apit 2 mahasiswa Indonesia. Saya juga tidak menyangka bisa bertemu dua teman mahasiswa Indonesia di Columbia University Missouri. Satu asal Bondowoso. SMA-nya d...
Minggu, 20 Mei 2018 12:10 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraan (3).Minggu-...
Sabtu, 19 Mei 2018 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Senin, 14 Mei 2018 00:06 WIB
Pantai Kramat Banyuwangi yang mau dijadikan destinasi wisata.BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kelompok Nelayan Al Karomah bersama pemuda-pemudi Kertosari menggelar kegiatan bersih-bersih Pantai Kramat, Minggu (13/5). Kegiatan bersih-bersih pantai ...