Salah satu ikon kawasan GKB yang jadi sarana kumpul warga Gresik. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
Banyak bangunan rumah disana alih fungsi dari rumah tempat tinggal menjadi tempat usaha. "Sangat layak kawasan GKB jadi sentra kota Gresik," terangnya.
Sementara sejumlah kalangan masyarakat, khususnya kalangan politisi membenarkan, kalau tata kota kawasan kota Gresik masih buruk alias carut marut. Sebab, hingga sekarang masyarakat belum bisa menemukan fakta titik mana di Kecamatan Gresik dan Kebomas yang merupakan wilayah Metropolis Kabupaten Gresik yang menunjukkan sebagai bukti wujud perkotaan.
"Kami akui, tata kelola kota Gresik masih sangat buruk," kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Gresik, Ir. Hj. Siti Muafiyah kepada Bangsaonline.com.
Menurut Muafiyah, Pemkab Gresik sudah seharusnya mulai melakukan penataan kawasan perkotaan. Sehingga masyarakat bisa menikmati indahnya kota.
Banyak hal yang bisa dilakukan Pemkab Gresik untuk menjadikan kawasan perkotaan yang layak. Misalnya, mulai lakukan penataan kawasan niaga atau perdagangan yang terintegrasi. Lalu membuat kawasan untuk pusat-pusat keramaian seperti kawasan kuliner yang representatif dan terintegrasi untuk tempat masyarakat berkumpul, kongkow-kongkow, berwisata kuliner dan berkomunikasi. "Sehingga, kota Gresik terlihat gebyar," terang mantan anggota DPRD Gresik ini.
Ditambahkan Muafiyah, tata kelola kawasan kota yang baik, kota yang layak digunakan tempat tinggal dan tempat jujukan, merupakan salah satu pertimbangan investor masuk ke kota Gresik. "Sudah saatnya Pemkab Gresik memanjakan investor. Jangan sampai mereka kerja dan punya usaha di Gresik, namun tinggalnya di luar Gresik karena merasa kotanya tidak nyaman," pungkasnya. (m. syuhud almanfaluty)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




