Selasa, 17 September 2019 08:26

Minggu Besok, Tradisi Kebo-keboan Alasmalang Banyuwangi Digelar

Kamis, 29 September 2016 23:09 WIB
Minggu Besok, Tradisi Kebo-keboan Alasmalang Banyuwangi  Digelar

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Banyuwangi Festival 2016, kembali mengangkat tradisi agraris di Banyuwangi. Salah satunya, di Dusun Krajan, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh Banyuwangi yang akan menggelar ritual kebo-keboan (Kerbau-kerbauan), Minggu 2 Oktober besok.

Ritual adat ini, digelar sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan agar sawah masyarakat subur dan panen berlangsung sukses. Pada tradisi ini, sejumlah petani di desa tersebut kerasukan roh leluhur dan bertingkah layaknya kebo (kerbau).

Kebo melakukan ritual layaknya hewan kerbau dalam proses bercocok tanam. Mulai dari membajak sawah, mengairi, hingga kerbau ini menemani petani saat menabur benih padi.

Menurut panitia penyelenggara, Indra Gunawan, tradisi ini dilakukan setiap awal bulan Suro penanggalan Jawa. Tradisi kebo-keboan ini sebenarnya telah diawali sejak satu minggu lalu dengan berziarah ke makam Buyut Karti. Buyut Karti, merupakan leluhur Desa Alasmalang yang mengawali tradisi ini sejak 300 tahun lalu.

“Konon, saat itu Desa Alasmalang dilanda wabah penyakit, lalu Buyut Karti mendapat wangsit untuk menggelar selamatan bersih desa. Selain juga adanya “petunjuk” menggelar adat kebo-keboan, di mana petani menjelma menjadi kerbau,” kata Indra.

Mengapa kerbau? Kerbau ini, imbuh Indra, simbolisasi mitra petani di sawah yang dianggap sangat berperan dalam meningkatkan hasil panen. Tradisi ini, nantinya akan tepat digelar Sabtu besok sekitar pukul 09.30 WIB. Ritual akan diawali kenduri desa, dimana warga membawa 12 tumpeng lengkap dengan ayam ingkungnya. Tumpeng ini pun dilengkapi 5 porsi jenang sengkolo, 7 porsi jenang suro.

“Makna dari jumlah tumpeng dan jenang ini sebagai simbol jumlah bulan dan hari yang menandai siklus kehidupan manusia selama satu tahun ada 12 bulan, tujuh hari dan lima hari pasaran,” katanya.

Selanjutnya, tumpeng-tumpeng akan dimakan bersama setelah didoakan oleh tetua adat. Usai makan tumpeng, akan dilanjutkan dengan ider bumi. Dalam ider bumi ini, belasan “kerbau petani” akan berkeliling desa mengikuti empat penjuru mata angin. Setelah berkeliling desa, para "kerbau" itu melakukan ritual layaknya siklus bercocok tanam, mulai dari membajak sawah, mengairi, hingga menabur benih padi.

Para petani yang didandani layaknya kerbau tersebut sebagian ada yang diyakini kerasukan roh gaib. Mereka berjalan seperti kerbau yang sedang membajak sawah. Mereka juga berkubang, bergumul di lumpur, dan bergulung-gulung di sepanjang jalan yang dilewati. Saat berjalan pun di pundak mereka terpasang peralatan membajak. Persis kerbau.

“Ritual ini pun diakhiri dengan prosesi membajak sawah dan menabur benih padi oleh kerbau-kebauan tadi. Dalam prosesnya benih padi yang nantinya ditabur oleh Dewi Sri ini akan banyak diperebutkan warga, karena diyakini bibitnya akan menghasilkan hasil panen yang lebih berlimpah,” papar Indra.

Tradisi Kebo-keboan di Banyuwangi ini digelar di dua wilayah yang berbeda. Selain di Alasmalang Singojuruh, kebo-keboan juga digelar di Desa Aliyan Rogojampi Banyuwangi pada 8 Oktober 2016. (bwi1/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...