Senin, 20 Mei 2019 20:38

Minggu Besok, Tradisi Kebo-keboan Alasmalang Banyuwangi Digelar

Kamis, 29 September 2016 23:09 WIB
Minggu Besok, Tradisi Kebo-keboan Alasmalang Banyuwangi  Digelar

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Banyuwangi Festival 2016, kembali mengangkat tradisi agraris di Banyuwangi. Salah satunya, di Dusun Krajan, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh Banyuwangi yang akan menggelar ritual kebo-keboan (Kerbau-kerbauan), Minggu 2 Oktober besok.

Ritual adat ini, digelar sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan agar sawah masyarakat subur dan panen berlangsung sukses. Pada tradisi ini, sejumlah petani di desa tersebut kerasukan roh leluhur dan bertingkah layaknya kebo (kerbau).

Kebo melakukan ritual layaknya hewan kerbau dalam proses bercocok tanam. Mulai dari membajak sawah, mengairi, hingga kerbau ini menemani petani saat menabur benih padi.

Menurut panitia penyelenggara, Indra Gunawan, tradisi ini dilakukan setiap awal bulan Suro penanggalan Jawa. Tradisi kebo-keboan ini sebenarnya telah diawali sejak satu minggu lalu dengan berziarah ke makam Buyut Karti. Buyut Karti, merupakan leluhur Desa Alasmalang yang mengawali tradisi ini sejak 300 tahun lalu.

“Konon, saat itu Desa Alasmalang dilanda wabah penyakit, lalu Buyut Karti mendapat wangsit untuk menggelar selamatan bersih desa. Selain juga adanya “petunjuk” menggelar adat kebo-keboan, di mana petani menjelma menjadi kerbau,” kata Indra.

Mengapa kerbau? Kerbau ini, imbuh Indra, simbolisasi mitra petani di sawah yang dianggap sangat berperan dalam meningkatkan hasil panen. Tradisi ini, nantinya akan tepat digelar Sabtu besok sekitar pukul 09.30 WIB. Ritual akan diawali kenduri desa, dimana warga membawa 12 tumpeng lengkap dengan ayam ingkungnya. Tumpeng ini pun dilengkapi 5 porsi jenang sengkolo, 7 porsi jenang suro.

“Makna dari jumlah tumpeng dan jenang ini sebagai simbol jumlah bulan dan hari yang menandai siklus kehidupan manusia selama satu tahun ada 12 bulan, tujuh hari dan lima hari pasaran,” katanya.

Selanjutnya, tumpeng-tumpeng akan dimakan bersama setelah didoakan oleh tetua adat. Usai makan tumpeng, akan dilanjutkan dengan ider bumi. Dalam ider bumi ini, belasan “kerbau petani” akan berkeliling desa mengikuti empat penjuru mata angin. Setelah berkeliling desa, para "kerbau" itu melakukan ritual layaknya siklus bercocok tanam, mulai dari membajak sawah, mengairi, hingga menabur benih padi.

Para petani yang didandani layaknya kerbau tersebut sebagian ada yang diyakini kerasukan roh gaib. Mereka berjalan seperti kerbau yang sedang membajak sawah. Mereka juga berkubang, bergumul di lumpur, dan bergulung-gulung di sepanjang jalan yang dilewati. Saat berjalan pun di pundak mereka terpasang peralatan membajak. Persis kerbau.

“Ritual ini pun diakhiri dengan prosesi membajak sawah dan menabur benih padi oleh kerbau-kebauan tadi. Dalam prosesnya benih padi yang nantinya ditabur oleh Dewi Sri ini akan banyak diperebutkan warga, karena diyakini bibitnya akan menghasilkan hasil panen yang lebih berlimpah,” papar Indra.

Tradisi Kebo-keboan di Banyuwangi ini digelar di dua wilayah yang berbeda. Selain di Alasmalang Singojuruh, kebo-keboan juga digelar di Desa Aliyan Rogojampi Banyuwangi pada 8 Oktober 2016. (bwi1/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Jumat, 17 Mei 2019 00:26 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RAMADHAN memang penuh segalanya secara apik, termasuk berderet karunia dengan segenap undangan berbuka puasa secara bersama-sama. Ini sangat fenomenal bagi saya yang sejak semula berpuasa bukan untuk meminimalisir perbelanjaan...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...