Gaji Nunggak 4 Bulan, Ratusan Buruh Nyonya Meneer Blokade Jalan

Gaji Nunggak 4 Bulan, Ratusan Buruh Nyonya Meneer Blokade Jalan Buruh Jamu Nyonya Meneer menggelar salat Dzuhur di badan Jalan Raden Patah, Semarang. Hingga siang tadi mereka masih menggelar demo dengan mendirikan tenda di depan pabrik mereka bekerja.

Aksi menuntut hak para karyawan PT Nyonya Meneer tidak akan berhenti. Mereka akan terus berjuang hingga perusahaan melunasi kewajibannya. “Besok (hari ini) kami akan membangun tenda perjuangan di depan kantor PT Nyonya Meneer yang ada di Jalan Kaligawe dan Raden Patah ini. Kami akan tinggal di tenda itu hingga tuntutan kami dipenuhi,” katanya.

Dilansir Sindonews, ratusan karyawan Nyonya Meneer yang didominasi ibu-ibu paruh baya itu menangis saat menggelar salat zuhur dan doa bersama di jalanan.

Mereka mengaku kebingungan dengan kondisi saat ini, apalagi Lebaran semakin dekat. “Tidak bingung bagaimana, Lebaran tinggal menghitung hari, sementara kebutuhan Lebaran belum dibeli. Anak cucu belum dibelikan baju Lebaran, mereka terus bertanya kapan mau dibelikan baju Lebaran, tidak nangis bagaimana,” ucap Sri Kusmiati, 53, salah satu karyawan dari Bangetayu, . Perempuan yang bekerja lebih dari 26 tahun itu sebenarnya sudah capek mengikuti kegiatan demo.

Namun, kebutuhan yang terus mendesak dan tuntutan yang semakin banyak membuat tubuh kurusnya itu rela berpanas-panasan untuk menuntut hak. “Sampai kapan pun kami akan terus berjuang menuntut hak kami. Kami akan terus berjuang hingga masalah ini selesai,” tandasnya. Legal PT Njonja Meneer, Dion Sukma sebelumnya menegaskan bahwa pihaknya terpaksa menunggak membayar gaji karyawan karena kondisi keuangan perusahaan sedang tidak stabil.

Namun, dia mengklaim telah ada kesepakatan antara manajemen dan karyawan bahwa tunggakan gaji akan diselesaikan dengan jangka waktu sampai akhir Agustus 2016. “Semua sudah sepakat,” ujar Sri Kusmiati. PT Nyonya Meneer sudah berkali-kali didemo ribuan karyawannya. Para karyawan menuntut agar perusahaan membayarkan tunggakan gaji selama lima bulan yang belum dibayarkan sejak Januari hingga Mei 2016.

Selain itu, karyawan juga meminta perusahaan membayarkan THR kepada mereka. Beberapa tunggakan pembayaran uang makan, uang transport dan iuran BPJS juga menjadi tuntutan para karyawan itu.

Selain memblokade jalan, lantaran aksi demo beberapa kali di kantor Gubernur Jl Pahlawan tidak mendapat respons, para pekerja pabrik jamu tersebut juga mendirikan tenda keprihatinan yang digunakan untuk tempat tidur mereka. (sin/mer/lan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Jambret Handphone Anak-Anak di Kampung Semarang':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO