Selasa, 01 Desember 2020 12:05

Soeharto 'Bangkit' di Munaslub Golkar, Tommy: Reformasi Sekarang sudah Tidak Ada

Jumat, 13 Mei 2016 23:21 WIB
Soeharto
Tommy Soeharto saat menerima kedatangan Ade Komarudin.

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Dinasti Presiden Soeharto berusaha menghidupkan kembali program-program orde baru melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Bali yang digelar besok (14/5) hingga Senin (16/5). Dugaan itu menguat seiring pernyataan putra Presiden kedua Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto yang memutuskan untuk dukung Ade Komarudin (Akom) di Munaslub. Tommy sebelumnya berniat maju, namun ia tak mengembalikan berkas pendaftaran ke panitia.

Dukungan ini disampaikan Tommy usai menghadiri kampanye caketum Golkar Zona III wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua di Nusa Dua, Bali, Jumat (13/5).

Tidak hanya Tommy, keluarga besar Soeharto juga secara resmi memberikan dukungan kepada Ade Komarudin. Titiek Soeharto sendiri menjadi bagian dari timses Ade Komarudin.

"Keluarga sudah memutuskan mendukung Akom (Ade Komarudin)," ujar Tommy didampingi Titiek Soeharto dan dihadiri oleh Ade Komarudin.

Menurut Tommy, Ade Komarudin dipilih karena dinilai sebagai sosok yang berprestasi. Selain itu, pria yang biasa disapa Akom tersebut dinilai terbuka terhadap semua masukan yang ada.

"Ini karena Akom adalah pribadi tidak tercela dan selalu berhasil dalam setiap dinamika yang timbul. Sampai menjadi Ketua DPR. Itu adalah capaian tersendiri," ungkap Tommy.

Tommy menjelaskan, dengan sikap terbuka yang dimiliki Akom, maka ke depannya akan lebih mudah memberikan masukan tentang Golkar ke depan. Di samping itu, keputusannya memilih Akom karena menilai Akom merupakan calon yang paling siap.

"Saya lebih mendukung calon yang telah mempersiapkan diri dengan baik serta yang memiliki komitmen yang kuat untuk memajukan Golkar. Atas dasar itulah kami mendukung Akom sebagai Ketua Umum Golkar," lanjut Tommy.

Dia berpesan kepada Akom soal GBHN dan Repelita era Soeharto dihidupkan kembali. Dengan demikian, Indonesia bisa lebih terukur program kerjanya.

"Reformasi sekarang tidak ada, meski ada di rencana kerja pemerintah. Inilah yang harus kita kembalikan, bagaimana agar kita bisa kembalikan program kerja yang terukur," kata dia.

Sementara itu, Ade Komarudin menyebut, dukungan ini merupakan dukungan yang luar biasa.

"Ini adalah kehormatan yang luar biasa. Saya mengucapkan terimakasih dari hati yang paling tulus kepada Mas Tommy dan Mbak Titiek," ujar Ade Komarudin.

Ade Komarudin menyatakan, Partai Golkar merupakan legacy dari Presiden Soeharto. Untuk itu, menurutnya, Golkar harus kembali ke khittahnya.

"Partai Golkar harus kembali ke khittahnya. Saya yakin, partai ini akan kembali besar," tutur Akom.

Di sisi lain, Fadel, Komite Etik Munaslub Partai Golkar sudah menerima 57 pengaduan lisan, 41 SMS, enam laporan tertulis dan satu temuan dugaan pelanggaran. Fadel mengatakan sejak dibentuk pada 7 Mei 2016 lalu pihaknya terus memantau sejumlah laporan yang melibatkan berbagai sumber.

"Kami jaga semua laporan agar berjalan sesuai koridor yang ada," kata Fadel. "Kami sudah bahas laporan yang ada, kemudian klarifikasi jika benar ada (temuan pelanggaran) kami diskualifikasi sesuai kode etik." imbuhnya.

Fadel menjelaskan, Sabtu, 14 Mei 2016 besok, Komite Etik akan memanggil orang-orang yang diduga melanggar kode etik dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar. Kendati demikian, Fadel menolak menyebutkan berbagai nama tersebut yang akan diklarifikasi. Ia berdalih karena ini menyangkut persoalan etika.

"Saya panggil besok mulai pukul 10.00 Wita terkait pertemuan calon ketua umum dengan voters yang dalam kode etik tidak diizinkan," dia menuturkan.

Adapun Ketua Steering Committee atau Panitia Pengarah Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar, Nurdin Halid pada Kamis, 12 Mei 2016 telah menyebut dugaan temuan pelanggaran pada dua nama calon. "Pertemuan di Ritz Carlton yang diduga oleh tim Setya Novanto dan Grand Mulia, Ade Komarudin," katanya. (tic/mer/det/lan)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...