SDN Sidokerto Gelar Seminar Parenting Perkuat Sinergi Ortu dan Sekolah

SDN Sidokerto Gelar Seminar Parenting Perkuat Sinergi Ortu dan Sekolah Seminar parenting yang digelar SDN Sidokerto Buduran, Sabtu (24/1/2026). Foto: Ist.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - SDN Sidokerto, Buduran Sidoarjo, menggelar Seminar Parenting Pendidikan Inklusif bertema "Menghapus Batas dengan Sentuhan Hati Menuju Indonesia Emas 2045", di gedung sekolah setempat, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman serta kolaborasi antara orang tua, guru, dan sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang optimal bagi peserta didik, khususnya peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK).

Seminar parenting ini menghadirkan Kepala Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pandaan Pasuruan, Dr. Iva Evry Robiyansyah, yang juga praktisi pendidikan khusus sekaligus Fasilitator Pendidikan Inklusif Kemdikbud sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Iva Evry Robiyansyah menekankan pentingnya peran orang tua dan guru sebagai mitra strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus secara holistik.

Ia menjelaskan, Indonesia Emas 2045 dimulai dari anak-anak yang hari ini diterima, dipahami, dan didampingi dengan sentuhan hati.

"Anak berkebutuhan khusus tidak membutuhkan rasa kasihan, tetapi membutuhkan orang tua dan guru yang mau berjalan bersama dengan hati," cetusnya.

Kepala SDN Sidokerto, Nur Rohmah, menyampaikan bahwa kegiatan parenting ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam mewujudkan layanan pendidikan inklusif yang ramah, kolaboratif, dan berkelanjutan.

"Pendidikan inklusi tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, kemandirian, dan kesejahteraan emosional peserta didik," katanya.

SDN Sidokerto saat ini memiliki 512 peserta didik, termasuk 51 siswa PDBK, dengan dukungan 31 guru dan 22 guru pendamping (shadow).

"Ketika sekolah dan orang tua menjadi satu tim, anak berkebutuhan khusus akan tumbuh dengan percaya diri dan harapan," tandas Nur Rohmah.

Pengawas SDN wilayah Kecamatan Buduran, Ida Rukiyatimah, berharap melalui kegiatan ini terbangun pemahaman dan kesadaran bersama bahwa keberhasilan pendidikan inklusif membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak, baik sekolah maupun keluarga.

Kegiatan seminar parenting ini terselenggara di antaranya berkat support pendanaan pribadi dari Penggerak Pendidikan Inklusi di Sidoarjo, yakni Sri Sugiarti, yang juga mantan guru SDN Sidokerto Buduran.

Sri Sugiarti yang pernah mendapat penghargaan juara pertama sebagai Guru Pendidikan Khusus Inklusi Berprestasi dari Gubernur Jawa Timur ini, kini menjabat Kasubag Rumah Tangga DPRD Sidoarjo. (sta/rev)