Jumat, 29 Mei 2020 07:26

Banggar DPRD Gresik Blejeti Kinerja 18 Camat

Selasa, 10 Mei 2016 10:14 WIB
Editor: choirul
Wartawan: syuhud
Banggar DPRD Gresik Blejeti Kinerja 18 Camat
Banggar DPRD Gresik ketika evaluasi triwulan kinerja 18 camat. foto: syuhud/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik meneruskan evaluasi triwulan(tiga bulan) kinerja masing-masing SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di lingkup Pemkab Gresik, pagi ini.

Kali ini, SKPD yang mendapatkan giliran evaluasi adalah, 18 camat se Kabupaten Gresik. Mereka diminta memaparkan program/kegiatan yang telah mereka jalankan selama 3 bulan di awal tahun 2016. Termasuk, serapan anggaran.

Evaluasi yang dipimpin oleh ketua Banggar sekaligus ketua DPRD Gresik, H.Abdul Hamid ini, anggota banggar terlihat membelejeti kinerja masing-masing camat yang bertugas memimpin wilayah kecamatan.

Anggota Banggar, Edy Santoso (FPD), misalnya, dalam evaluasi tersebut dirinya memertanyakan kinerja Camat Kebomas, Zairuddin dan unsur pegawai di lingkup Kecamatan Kebomas.

Di antara pertanyaan yang dilontarkan Edy adalah, adanya kabar soal maraknya pungutan liar yang dilakukan pegawai di Kecamatan Kebomas, sehingga PKL bisa berjualan bebas di tempat-tempat terlarang.

"Saya tanyakan soal penataan PKL di wilayah Kebomas yang sayup-sayup saya dengar ada ketidak beresan (pungutan) yang dilakukan oleh oknum di Kecamatan Kebomas," kata Edy.

Dia juga memertanyakan soal RTH (Ruang Terbuka Hijau) di sepanjang Desa Kawisanyar yang tidak ada atau minin.

Selain itu, juga RTH di Bundaran GKB, yang banyak rusak akibat ulah PKL. "Apakah di Kecamatan Kebomas tidak ada anggaran untuk pelayanan dan utk ketertiban tersebut," tanya Edy.

Sementara Ketua DPRD, Hamid memertanyakan, banyaknya bangunan sarana perekonomian baru di daerah GKB yang belum dipungut retribusinya atau pajaknya. "Sehingga, kondisi tersebut merugikan terhadap pendapatan pemerintah," katanya.

Camat Kebomas, Zairuddin yang mendapatkan cercaan pertanyaan bertubi-tubi seperti itu menyatakan, terkait PKL di daerah Kawisanyar dan Giri sudah terbentuk paguyuban. PKL tersebut berjualan tidak pernah ditarik biaya. "Jadi, tidak benar ada tarikan iuran/upeti yang dilakukan petugas Kecamatan Kebomas," sanggah Zairuddin.

Terkait PKL di GKB yang merusak RTH dan membuat kumuh GKB, Zairuddin mengaku tidak ada anggaran. "Kalau ada anggaran untuk RTH kami tolong dikasih anggaran," pintanya.

Hamid mengimbau kepada semua camat agar memerhatikan penataan PKL di wilayahnya." PKL yang berada disepanjang jalan penataannya harus baik. PKL itu posisinya di belakang jalan, trotoar, lalu saluran air," pungkasnya. (hud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Selasa, 26 Mei 2020 23:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...