Massa berseragam Pemuda Pancasila mengusung keranda saat aksi demo di depan Kantor Kejati Jatim, Senin (21/3). foto: mtrv
Menurut dia, pembelian IPO (Initial Public Offering) Bank Jatim adalah bukan semata-mata tindakan atas nama pribadi La Nyalla Mattalitti, namun atas nama Kadin Jatim secara institusional, dan tidak menggunakan dana hibah Pemprov Jatim.
"Pembelian IPO Bank Jatim bukan untuk kepentingan pribadi, namun untuk pengembangan ekonomi Jawa Timur, dan Pak Nyalla tidak pernah mendapat keuntungan apapun dari IPO tersebut," jelasnya.
Dalam aksinya, selain berorasi, massa juga menggelar berbagai poster yang menyinggung Kepala Kejati Jatim Maruli Hutagalung diduga ikut terlibat dalam kasus Bansos Sumatera Utara Rp 500 juta. Massa juga mengusung keranda mayat yang terbungkus kain putih bertuliskan 'Matinya supremasi hukum Indonesia'. Di beranda tersebut, juga terpampang gambar Kepala Kejati Jatim yang dicoret tanda silang merah dan bertuliskan Jaksa Koruptor.
"Kami meminta kepada KPK untuk segera mengusut tuntas kasus dugaan suap Rp 500 juta terhadap Maruli Hutagalung, atas perkara bansos Gubernur Sumatera Utara," terangnya.
"Maruli Hutagalung lekas mundur dari jabatannya sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, dan membersihkan diri dari dugaan suap Rp 500 juta yang dituduhkannya itu. Masih banyak kader kejaksaan yang lebih baik daripada Maruli Hutagalung," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Amrulloh juga tak gentar dengan pernyataan Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan, yang meminta Pemuda Pancasila untuk tidak macam-macam dan tidak anarkis saat melakukan aksi. "Pemuda Pancasila tidak minta macam-macam. Hanya minta satu macam tegakkan keadilan," tegasnya.
Ia juga meminta Luhut turun sendiri melihat aksi Pemuda Pancasila. Katanya, tidak ada instruksi anggota PP untuk melakukan anarkis.
"Tidak gampang membubarkan Pemuda Pancasila. PP ini bukan organisasi jalanan, tapi didirikan oleh jenderal-jenderal A Yani, Nasution," terangnya.
"Kalau Luhut mau membubarkan, kita juga punya hak untuk menuntut balik dia. Kita tidak takut ancamannya," tandasnya. (rif/mtrv/dtc)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




