Pj Gubernur Jatim saat menghadiri FGD kebijakan kenaikan CHT.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono, mengapresiasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) provinsi yang menggelar FGD terkait optimalisasi kebijakan kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) untuk DBHCHT yang berlangsung pada hari ini, Rabu (24/7/2024).
Adhy mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk menyuarakan keseimbangan khususnya bagi industri rokok bersama pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur.
BACA JUGA:
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
- Genjot Produktivitas Tebu, Khofifah Pimpin Tanam Perdana Bongkar Ratoon di Kediri
“Maka dari itu, adanya peningkatan DBHCHT bagi Pemprov Jatim dimana pengelolaannya akan dikembalikan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat Jatim,” ujarnya.
Terlebih, ia menyebut Jawa Timur sebagai penghasil cukai rokok memiliki kontribusi sebesar 60 persen dan merupakan penghasil cukai rokok terbesar di Indonesia. Jawa Timur, lanjut Adhy, tahun ini memperoleh alokasi DBHCHT sebesar Rp2,77 triliun atau sebesar 3 persen yang dibagi kepada 38 kabupaten/kota.

Dengan demikian, Pemprov Jatim hanya mendapatkan Rp700 milliar. Alokasi Rp700 Milliar itu dibagi lagi untuk peningkatan sektor kesehatan masyarakat serta penegakan hukum rokok terutama rokok ilegal.
"Jadi kami melihat ini ada pembatasan penggunaan untuk kesejahteraan masyarakat," kata Adhy.
Menurut dia, DBHCHT sangatlah besar manfaatnya bagi masyarakat. Berbagai penerima bantuan sosial dari cukai rokok seperti buruh rokok, petani tembakau, pekerja rokok serta masyarakat kurang mampu penerima yang menjadi bagian dari konpensasi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




