Punya Ribuan Agenda, Jatim Deklarasikan Diri sebagai Provinsi dengan Event Terbanyak

PASURUAN, BANGSAONLINE.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) secara resmi mendeklarasikan diri sebagai provinsi dengan jumlah gelaran event terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun, kehadiran ribuan agenda yang tersebar di 38 kota dan kabupaten selama ini sukses menyedot sekitar 30 persen dari total kunjungan wisatawan ke Jawa Timur.

"Jawa Timur mendeklarasikan diri sebagai provinsi yang mempunyai event terbanyak. Ini sudah dibuktikan jumlah event kita ada ribuan di Jawa Timur," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, di sela-sela acara Malang Trail Runners (Mantra) 116, di Kabupaten Pasuruan, Minggu (5/6/2026).

Sebagai langkah strategis ke depan, Pemprov Jatim terus mengoptimalkan sektor sport tourism (wisata olahraga) sebagai mesin baru untuk menggerakkan roda perekonomian. Langkah inovatif ini diyakini sangat efektif untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing, sekaligus membangkitkan sektor UMKM dan mengenalkan potensi desa wisata di sekitar lereng pegunungan.

Melalui pematangan konsep eco sport tourism, Evy optimis jumlah pelancong mancanegara ke Jatim dapat meningkat hingga dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Salah satu bukti nyatanya adalah kesuksesan agenda lari lintas alam Mantra 116 yang diikuti oleh 4.014 pelari dari 22 negara di benua Eropa, Afrika, dan Asia.

Dalam ajang yang telah memasuki usia satu dekade ini, para peserta ditantang menaklukkan jalur ekstrem Gunung Arjuno-Welirang di Kecamatan Prigen. Setelah sempat terhenti selama setahun akibat pandemi, kompetisi ini kembali dengan menyajikan enam kategori jarak rute, mulai dari 10 kilometer hingga 116 kilometer, termasuk Jalur Lincing sebagai rute baru yang dirancang agar peserta tidak bosan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut agenda olahraga berskala internasional seperti Mantra 116 memberikan dampak perputaran ekonomi yang besar, terutama pada sektor perhotelan dan jasa transportasi lokal. Komitmen kepala daerah dalam mengawal iklim wisata berbasis lingkungan menjadi kunci utama suksesnya investasi kreatif di sektor ini.

Sinergi yang kuat antara pemerintah dan pihak swasta terbukti berhasil menciptakan ekosistem perniagaan baru yang berbasis kearifan lokal. Lonjakan jumlah pelancong asing dari puluhan negara yang menginap di sekitar Pasuruan secara otomatis mengerek Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak hiburan dan kuliner.

"Hari ini kita akan eksplor lereng Arjuno dan indahnya Tahura Raden Soerjo. Bagaimana kita menikmati Indonesia dengan alamnya dan mudah-mudahan ini menjadi sport tourism yang akan jadi energi positif bagi kita semua. Makin inovatif, makin kreatif dan tentu kita harapkan start happy finish happy," kata Gubernur Khofifah.

Jalur lari lintas alam ini melintasi wilayah konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, sebuah kawasan hutan yang kaya akan flora dan fauna endemik. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, mengatakan pihak pengelola telah menerbitkan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) agar area ini dapat dimanfaatkan secara legal untuk sport tourism.

"Dan kesekian kali ini, saya minta kemarin Mantra juga kampanye terkait dengan pengawetan, kemudian pengayaan kawasan konservasi itu menjadi penting," katanya.

Jumadi menegaskan bahwa promosi lingkungan ini sangat strategis karena selaras dengan program "Jatim Lestari" yang digagas pemerintah daerah. Ke depan, Pemprov Jatim membidik perluasan rute lari agar dapat melewati ratusan jaringan desa wisata di wilayah kaki gunung. Strategi ini diharapkan mampu meratakan distribusi pendapatan ekonomi masyarakat agar tidak hanya berpusat di area perkotaan.

Melalui kesuksesan promosi cagar biosfer internasional UNESCO ini, iklim investasi pariwisata di Jawa Timur diproyeksikan akan semakin cerah, kompetitif, dan mampu mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: