Rabu, 27 Mei 2020 13:43

Memancing Nila, Memilih Spot

Senin, 28 April 2014 11:03 WIB
Editor: rosihan c anwar
Memancing Nila, Memilih Spot
Strike! wow! rasanya..... endang bambaaaang.... foto: istimewa

IKAN NILA hidup di segala lokasi. Bisa di tambak, kolam, danau, waduk, atau sungai. Pertama yang dilakukan adalah, memilih tempat memancing yang airnya gak pernah surut hampir sepanjang tahun, dengan kedalaman minimal 1 meter. Semakin kedalaman tinggi, sangat mungkin ikan nilanya juga ukurannya babon (besar).

Yang jelas, keinginan makan pada ikan nila cukup besar, ketika ketersedian oksigen dalam air juga tinggi. Maka, carilah lokasi yang ada air mengucur dan menciptakan banyak gelembung udara. Dengan demikian, kandungan oksigen di sekitar itu, cukup tinggi.

Sementara itu, biasanya, ikan nila ukuran babon senang tinggal di dasar waduk, kali atau danau. Mereka hidup di lubang-lubang. Tetapi, mereka enggan memakan umpan. Jika Anda membidik ikan nila ini, pastikan spot yang anda pilih cukup bersih dari sampah atau kayu-kayu di dasar spot.

Yang pasti, jika anda memilih untuk memancing ikan babon di dasar ini, pakailah pelampung bulu merak. Atur jarak mata kail dan pemberat sedemikian rupa dengan pelampung bulu merak. Sisakan separuh pelampung bulu merak terlihat di permukaan. Tarik pelan-pelan, ketika pelampung lebih masuk ke dalam, atau bahkan tenggelam keseluruhan, maka di situ ada rumah ikan nila babon. Biarkan. Ikan nila babon ini jenis ikan yang suka kebersihan. Jika ada benda asing masuk ke sarangnya, maka akan dihisap, lalu dikeluarkan dari sarang. Saat itulah Anda menyentak joran.

Juga lihat suhu airnya. Jika terlalu dingin atau panas, dijamin ikan nila enggan makan, karena mereka lebih berkonsentrasi mengatur pernafasan untuk mendapatkan oksigen yang cukup. Untuk itu, carilah lokasi yang cukup teduh. Biasanya, ikan nila menggerombol di situ.

Ikan nila juga suka hidup di antara celah-celah, atau sampah kayu. Jika anda menemukan ada pohon yang tumbang ke spot, di situ kemungkinan banyak ikan nilanya.

Tak kalah penting adalah, warna air. Jika warna waduk kehijauan atau coklat tua, jangan harap Anda bisa memancing dengan hasil tangkapan banyak. Ikan nila lebih rakus ketika kondisi air cukup jernih, dan di kedalaman sekitaran 1 sampai dua meter.

Ketika memancing di kali, carilah persimpangan kali, atau tempat saluran pembuangan air limbah rumah tangga. Biasanya, ikan nila berkerumun di situ.

Sumber: HARIAN BANGSA edisi 27 Mei 2014
Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Selasa, 26 Mei 2020 23:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...