Rabu, 18 September 2019 15:01

Memancing Nila, Memilih Spot

Senin, 28 April 2014 11:03 WIB
Editor: rosihan c anwar
Memancing Nila, Memilih Spot
Strike! wow! rasanya..... endang bambaaaang.... foto: istimewa

IKAN NILA hidup di segala lokasi. Bisa di tambak, kolam, danau, waduk, atau sungai. Pertama yang dilakukan adalah, memilih tempat memancing yang airnya gak pernah surut hampir sepanjang tahun, dengan kedalaman minimal 1 meter. Semakin kedalaman tinggi, sangat mungkin ikan nilanya juga ukurannya babon (besar).

Yang jelas, keinginan makan pada ikan nila cukup besar, ketika ketersedian oksigen dalam air juga tinggi. Maka, carilah lokasi yang ada air mengucur dan menciptakan banyak gelembung udara. Dengan demikian, kandungan oksigen di sekitar itu, cukup tinggi.

Sementara itu, biasanya, ikan nila ukuran babon senang tinggal di dasar waduk, kali atau danau. Mereka hidup di lubang-lubang. Tetapi, mereka enggan memakan umpan. Jika Anda membidik ikan nila ini, pastikan spot yang anda pilih cukup bersih dari sampah atau kayu-kayu di dasar spot.

Yang pasti, jika anda memilih untuk memancing ikan babon di dasar ini, pakailah pelampung bulu merak. Atur jarak mata kail dan pemberat sedemikian rupa dengan pelampung bulu merak. Sisakan separuh pelampung bulu merak terlihat di permukaan. Tarik pelan-pelan, ketika pelampung lebih masuk ke dalam, atau bahkan tenggelam keseluruhan, maka di situ ada rumah ikan nila babon. Biarkan. Ikan nila babon ini jenis ikan yang suka kebersihan. Jika ada benda asing masuk ke sarangnya, maka akan dihisap, lalu dikeluarkan dari sarang. Saat itulah Anda menyentak joran.

Juga lihat suhu airnya. Jika terlalu dingin atau panas, dijamin ikan nila enggan makan, karena mereka lebih berkonsentrasi mengatur pernafasan untuk mendapatkan oksigen yang cukup. Untuk itu, carilah lokasi yang cukup teduh. Biasanya, ikan nila menggerombol di situ.

Ikan nila juga suka hidup di antara celah-celah, atau sampah kayu. Jika anda menemukan ada pohon yang tumbang ke spot, di situ kemungkinan banyak ikan nilanya.

Tak kalah penting adalah, warna air. Jika warna waduk kehijauan atau coklat tua, jangan harap Anda bisa memancing dengan hasil tangkapan banyak. Ikan nila lebih rakus ketika kondisi air cukup jernih, dan di kedalaman sekitaran 1 sampai dua meter.

Ketika memancing di kali, carilah persimpangan kali, atau tempat saluran pembuangan air limbah rumah tangga. Biasanya, ikan nila berkerumun di situ.

Sumber: HARIAN BANGSA edisi 27 Mei 2014
Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...