Minggu, 24 Januari 2021 20:33

Inovasi Baru (tapi Lama) untuk Lumut Umpan Nila

Jumat, 05 September 2014 22:17 WIB
Editor: r choirul a
Inovasi Baru (tapi Lama) untuk Lumut Umpan Nila
lumut, satu umpan efektif memancing nila. foto:http://next-outdooradventure.blogspot.com

MEMANCING Nila memang mudah-mudah susah. Maka, wajar jika bermunculan uji coba berbagai umpan, agar bisa menyelesaikan 'persoalan' ikan ogah makan.

Dari komunitas pemancing di kawasan pintu air Darmo Kali Surabaya, yang jumlahnya hampir 60 pemancing, disarikan beberapa trik untuk memacu daya rangsang ikan nila, agar mau menyambar umpan lumut.

Trik pertama: Buah Nangka. Ketika ikan enggan menyambar umpan lumut, maka yang dibutuhkan adalah satu atau dua biji buah nangka masak. Ketika hendak memancing, ada baiknya ketika di rumah anda memblender dua biji buah nangka, dengan air dua gelas, lalu simpan dalam botol.

Ketika ikan enggan menyambar lumut anda, maka buang air lumut itu, dan gantikan dengan air blenderan buah nangka tadi.

Menurut pengalaman komunitas pemancing pintu air Darmo Kali, umpan ini cukup efektif memancing di air mengalir.

Trik dua: Cacing Sutra. Cacing sutra adalah cacing ukuran sangat kecil, yang hidup di permukaan lumpur dasar sungai. Di Surabaya, cacing ini mudah didapat, karena memang banyak pencarinya. Di sepanjang kali mas, ada beberapa penjual cacing sutra.

Cacing ini, biasanya digunakan untuk pakan ikan lele yang masih berukuran bayi.

Nah, ketika Anda memancing dan nila enggan menyambar umpan lumut anda, maka, masukkan cacing sutra ini ke wadah lumut.

Karakteristik cacing sutra, dia melilit lumut. Jadi, meski dilempar berkali-kali ke spot, cacing tidak terlepas, malahan lumut cukup kuat 'terikat' di mata kail.

Pengalaman komunitas pemancing di Pintu Air Darmo Kali, umpan lumut bercacing ini cukup efektif ketika kondisi air tak mengalir. Di waduk, juga cukup efektif.

Trik tiga: Terur bebek. Siapkan satu telur bebek, ambil kuningnya saja. Lalu, pilih lumut yang panjang-panjang. Masukkan ke wadah, dan aduk hati-hati agar lumut tidak putus.

Cara memasang umpan lumut dengan kuning telur bebek ini, pegang mata kail dan satu ujung sejumput lumut dengan tangan kanan. Biarkan lumut menjuntai. Tangan kiri memegang kenur / senar / tali pancing dengan jarak sekitar 10 - 15 cm dari mata kail.

Lalu, putar-putar seperti gerakan menggulung, sehingga lumut tergulung di kenur / senar / benang pancing.

Secara hati-hati, dengan jari tangan kanan, serut (kumpulkan) lumut yang tergulung di kenur tadi menuju ke mata kail.

Cara mengumpan seperti ini sangat awet, bahkan, usai strike pun, kadang lumut masih tersisa di sekitaran mata kail.

Berdasarkan pengalaman pemancing, lumut dengan telur bebek ini juga cukup efektif untuk umpan bandeng di kolam kiloan.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...