Minggu, 26 Mei 2019 23:06

Memancing Nila, Temuan Terbaru Esen Lendir Ikan

Senin, 28 April 2014 13:33 WIB
Editor: rosihan c anwar
Memancing Nila, Temuan Terbaru Esen Lendir Ikan
nila ukuran jumbo.... wow! foto:repro budi-dayaikan.com

KECENDERUNGAN, ketika pemancing behasil strike nila, maka untuk selanjutnya dia akan strike lagi dan lagi.

Kenapa? Tentu umpan yang dipakai cocok dengan selera ikan nila di spot itu.

Tetapi, ada temuan baru dari para pemancing nila. Yaitu yang mereka namakan dengan esen lendir ikan nila. Apa itu?

Yaitu, lendir yang keluar dari pori-pori sisik ikan nila. Lendir ini, jika dibiarkan dalam udara, akan berbau amis. Lendir ini yang digunakan untuk esen.

Logika mereka seperti ini, ikan nila hidup secara koloni. Mereka selalu hidup bergerombol dengan satu pemimpin berada di depan. Ketika pemimpin berpindah tempat, maka semua mengekor di belakangnya.

Padahal, ikan nila bereaksi, termasuk memakan umpan, bukan karena penglihatan, tetapi karena penciuman atau aroma. Bisa jadi, sang pemimpin atau anggota koloni berkomunikasi dengan saling menyemburkan lendir dari tubuh mereka, sebagai tanda keberadaan mereka.

Di sisi lain, saat pemancing strike, tentu dia memegang ikan tangkapan, untuk melepas mata pancing. Nah, tangan yang memegang ikan tadi, pasti terkena lendir. Secara tak sengaja, tangan berlendir itu pula digunakan untuk memasang umpan baru. Maka, umpan baru mempunyai aroma lendir ikan nila tangkapan tadi.

Umumnya, ketika pemancing strike nila ukuran babon, maka untuk selanjutnya dia cenderung mendapat ikan nila yang ukuran babon juga. Sebaliknya,ketika dia mendapat nila kecil, kecenderungan sesudahnya dia dapat nila kecil.

Bisa jadi memang karena umpan. Yang kedua, karena lendir itu untuk media komunikasi. Ikan babon tentu saja berkomunikasi dengan yang selevel, ikan kecil berkomunikasi dengan ikan kecil juga.

Maka, ada baiknya, ketika Anda memancing, dan dapat ikan nila babon, elus-elus tubuh ikan itu dengan telapak tangan kiri Anda. Maka, lambat laun, telapak tangan anda dipenuhi lendir ikan tangkapan. Masukkan lendir itu ke wadah lumut, atau ambil beberapa cacing lalu usap-usapkan di tangan anda. Atau bahkan, secara lembut oleskan kroto-kroto di tangan Anda. Atau cuci tangan anda di tempat udang rebon.

Jika belum dapat ikan, pinjam ikan tangkapan milik pemancing di dekat Anda, ambil lendirnya dengan cara yang sudah disebut.

Sumber: HARIAN BANGSA edisi 27 Mei 2014
Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...