Selasa, 26 Maret 2019 08:09

Memancing Nila, Temuan Terbaru Esen Lendir Ikan

Senin, 28 April 2014 13:33 WIB
Editor: rosihan c anwar
Memancing Nila, Temuan Terbaru Esen Lendir Ikan
nila ukuran jumbo.... wow! foto:repro budi-dayaikan.com

KECENDERUNGAN, ketika pemancing behasil strike nila, maka untuk selanjutnya dia akan strike lagi dan lagi.

Kenapa? Tentu umpan yang dipakai cocok dengan selera ikan nila di spot itu.

Tetapi, ada temuan baru dari para pemancing nila. Yaitu yang mereka namakan dengan esen lendir ikan nila. Apa itu?

Yaitu, lendir yang keluar dari pori-pori sisik ikan nila. Lendir ini, jika dibiarkan dalam udara, akan berbau amis. Lendir ini yang digunakan untuk esen.

Logika mereka seperti ini, ikan nila hidup secara koloni. Mereka selalu hidup bergerombol dengan satu pemimpin berada di depan. Ketika pemimpin berpindah tempat, maka semua mengekor di belakangnya.

Padahal, ikan nila bereaksi, termasuk memakan umpan, bukan karena penglihatan, tetapi karena penciuman atau aroma. Bisa jadi, sang pemimpin atau anggota koloni berkomunikasi dengan saling menyemburkan lendir dari tubuh mereka, sebagai tanda keberadaan mereka.

Di sisi lain, saat pemancing strike, tentu dia memegang ikan tangkapan, untuk melepas mata pancing. Nah, tangan yang memegang ikan tadi, pasti terkena lendir. Secara tak sengaja, tangan berlendir itu pula digunakan untuk memasang umpan baru. Maka, umpan baru mempunyai aroma lendir ikan nila tangkapan tadi.

Umumnya, ketika pemancing strike nila ukuran babon, maka untuk selanjutnya dia cenderung mendapat ikan nila yang ukuran babon juga. Sebaliknya,ketika dia mendapat nila kecil, kecenderungan sesudahnya dia dapat nila kecil.

Bisa jadi memang karena umpan. Yang kedua, karena lendir itu untuk media komunikasi. Ikan babon tentu saja berkomunikasi dengan yang selevel, ikan kecil berkomunikasi dengan ikan kecil juga.

Maka, ada baiknya, ketika Anda memancing, dan dapat ikan nila babon, elus-elus tubuh ikan itu dengan telapak tangan kiri Anda. Maka, lambat laun, telapak tangan anda dipenuhi lendir ikan tangkapan. Masukkan lendir itu ke wadah lumut, atau ambil beberapa cacing lalu usap-usapkan di tangan anda. Atau bahkan, secara lembut oleskan kroto-kroto di tangan Anda. Atau cuci tangan anda di tempat udang rebon.

Jika belum dapat ikan, pinjam ikan tangkapan milik pemancing di dekat Anda, ambil lendirnya dengan cara yang sudah disebut.

Sumber: HARIAN BANGSA edisi 27 Mei 2014
Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Sabtu, 23 Maret 2019 12:18 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag29. Walaa taj’al yadaka maghluulatan ilaa ‘unuqika walaa tabsuthhaa kulla albasthi fataq’uda maluuman mahsuuraanDan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengul...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...