Anggota Polsek Bubutan saat mendatangi TKP laporan tawuran
SURABAYA,BANGSAONLINE.com -Aksi tawuran pemuda pecah di wilayah Bubutan, pada dini hari pertama Tahun Baru 2026, meski pengamanan dan penyekatan telah dilakukan aparat gabungan.
Pada malam pergantian tahun, petugas gabungan secara total melakukan penjagaan dan penyekatan di beberapa titik perbatasan Surabaya.
Pengamanan difokuskan di kawasan Bundaran Waru, Kecamatan Karang Pilang, serta sekitar Pondok Candra yang disinyalir menjadi jalur masuk kelompok pengendara balap liar ke dalam kota.
Hasil pemantauan menunjukkan kondisi perbatasan Kota Surabaya relatif lengang.
Tidak terlihat konvoi maupun aksi anarkis pengendara yang berpotensi mengganggu pengguna jalan lain.
Namun situasi berubah pada Kamis (1/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Sejumlah aksi anarkis bermunculan, mulai dari geber-geber knalpot brong hingga tawuran di wilayah hukum Bubutan dan Sawahan.
Berdasarkan informasi yang diterima Harian Bangsa, laporan pertama masuk ke Command Center 112 Kota Surabaya pada Kamis (1/1/2026) pukul 01.45 WIB.
Laporan tersebut menyebutkan adanya tawuran di Jalan Tembok Dukuh yang mengakibatkan sejumlah pemuda warga Kampung Gang 4 mengalami luka-luka.
Laporan dari Command Center 112 kemudian diteruskan kepada petugas gabungan yang siaga di wilayah hukum Polsek Bubutan untuk dilakukan penanganan.
Aksi tawuran tersebut dilaporkan kembali berlanjut dari Jalan Tembok Dukuh ke sekitar Jalan Demak.
Menindaklanjuti informasi itu, Harian Bangsa mencoba mengonfirmasi Kapolsek Bubutan AKP Vonny Farizky.
“Anggota sudah kami kirim lan ke TKP, juga dari tim Siaga Kota TGC Surabaya. Saat dilokasi kami tidak menemukan adanya aksi tawuran dan untuk korban tidak ditemukan,” ujarnya.
Tak lama berselang, sekitar pukul 02.00 WIB, laporan lain kembali diterima terkait tawuran di Jalan Rajawali yang masih masuk wilayah hukum Polsek Bubutan.
Aksi tawuran ketiga tersebut dilaporkan terjadi di depan Bank BRI Jalan Rajawali dan melibatkan dua kelompok pemuda.
“Benar kami telah mengamankan beberapa orang yang antara lain dua kubu yang tawuran. Semuanya pemuda yang tawuran masih di bawah umur,” tambahnya.
“Jadi 3 orang ribut gesekan di jalan dan mereka salah faham, mereka emosi dan tawuran karena terpengaruh minuman beralkohol, tapi tidak ditemukan satjam,” ujar Vonny Farizky kembali.
“Jadi karena pelaku masih anak anak sehingga mereka kami kirim ke Bapas Surabaya, dan kondisi tubuh mereka mengalami lecet kecil,” pungkasnya. (rus/van)







