Satgas MBG Bangkalan saat menjenguk salah satu siswa yang dirawat yang diduga akibat keracunan MBG
Selain melakukan pengujian sampel, tim kesehatan juga melaksanakan pemeriksaan epidemiologis terhadap seluruh penerima program MBG di wilayah tersebut yang jumlahnya mencapai 3.723 orang.
Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh kelompok penerima manfaat, mulai dari peserta didik tingkat PAUD hingga SMA, termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang tergabung dalam kelompok 3B.
"Karena dari ribuan penerima itu hanya 84 siswa yang dibawa ke puskesmas. Sehingga perlu dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh," katanya.
Bambang menjelaskan, pihaknya juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tindak lanjut penanganan kasus.
Sebagai langkah antisipasi, operasional dapur penyedia MBG yang diduga terkait dengan kasus tersebut dihentikan sementara hingga proses investigasi selesai dilakukan.
"Sesuai Permenkes Nomor 2 Tahun 2013, jika karena keracunan pangan ada dua orang atau lebih dengan memakan makanan yang sama dan gejala yang sama, maka ditetapkan sebagai KLB. Sehingga, hari ini BGN menghentikan sementara dapur itu," ungkap Bambang.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kokop Dupok 1 masih bungkam saat dimintai keterangan oleh awak media. (van/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




