Satgas MBG Bangkalan saat menjenguk salah satu siswa yang dirawat yang diduga akibat keracunan MBG
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Kasus dugaan keracunan yang menimpa 84 siswa di sejumlah sekolah di Kecamatan Kokop terus didalami dengan pemeriksaan laboratorium dan investigasi epidemiologis oleh tim kesehatan.
Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan telah melakukan pengambilan sampel makanan dan muntahan korban untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
BACA JUGA:
- Isyarat Anggaran MBG Rp268 Triliun Bakal Susut Menguat Usai Rencana Pemerintah Hitung Ulang
- Kinerja DPRKP Perizinan Dapur MBG di Pamekasan Dinilai Lamban, DLH dan Dinkes Sampai Jemput Bola
- Dapur MBG 'Bengkak' Berpotensi Ditutup? Istana Siapkan Penataan Ulang
- Anggaran Belum Cair, 45 SPPG Jombang Stop Distribusi Makanan
Ketua Satgas MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika, mengatakan tim Dinkes telah diterjunkan ke lapangan sejak Kamis (4/6/2026), sesaat setelah kasus tersebut dilaporkan.
Petugas kemudian mengambil sejumlah sampel untuk diuji di laboratorium di Surabaya.
"Sampel yang sudah diamankan untuk uji lab ada sampel makanan dan muntahan itu," ungkap Bambang, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui dalam 10 hingga 15 hari ke depan. Karena itu, hingga saat ini penyebab pasti dugaan keracunan masih belum dapat dipastikan.
"Kita tunggu 10 sampai 15 hari ke depan, nanti dari hasil lab akan diketahui penyebabnya," ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




