Kondisi salah satu SPPG di Jombang.
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Program MBG atau Makan Bergizi Gratis di Kota Santri mengalami hambatan. Sejak awal pekan ini, sebanyak 45 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan distribusi makanan kepada penerima manfaat, karena belum menerima dana operasional dari BGN (Badan Gizi Nasional).
Korwil BGN Jombang, Deni Setiawan Hakim, membenarkan penghentian layanan tersebut. Ia mengatakan, “Per 9 Juni kemarin, ada 45 SPPG yang memilih untuk tidak beroperasi sementara waktu. Kondisi ini berjalan sejak awal pekan.”
Deni menegaskan, mandeknya operasional bukan akibat kelalaian pengelola daerah, melainkan murni karena keterlambatan pengiriman anggaran dari pemerintah pusat. Seluruh pimpinan SPPG terdampak telah melaporkan kendala ini melalui sistem integrasi BGN.
Sambil menunggu pencairan dana, Deni mengimbau pengelola untuk merawat fasilitas dapur. Dijelaskan bahwa, “Sambil menunggu dana cair, para pengelola SPPG bisa fokus melakukan pembersihan dan penataan area dapur terlebih dahulu. Kami belum bisa memastikan kapan dana akan turun, tapi harapannya tentu bisa segera terealisasi.”
Ia mengakui keterlambatan anggaran bukan hal baru, namun kali ini skalanya paling besar dan berdampak luas.
“Sebelumnya pernah ada keterlambatan serupa, tetapi skalanya tidak se-massif sekarang. Dulu biasanya tidak sampai memakan waktu satu minggu,” pungkasnya.
Saat ini, Jombang memiliki 150 SPPG aktif. Dengan berhentinya 45 unit, hampir sepertiga fasilitas dapur MBG lumpuh sementara hingga dana operasional kembali dikucurkan oleh BGN pusat. (aan/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





