Isrudin (kanan) duduk bersama ibunya dan mendampingi tiga jemaah lansia. Foto: MCH 2026.
Laporan M. Sulthon Neagara, wartawan HARIAN BANGSA & BANGSAONLINE di Arab Saudi/Media Center Haji 2026.
MADINAH, BANGSAONLINE.com - Isrudin (54), salah satu jemaah haji yang tergabung dalam kloter PLM 13 ini merawat empat lansia dengan penuh kesabaran.
Ia menceritakan pengalaman ini kepada Petugas Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH) di sela waktunya menunggu giliran menuju gate terminal hajj sambil menemani keempat lansia tersebut.
“Pengalaman yang luar biasa, Mas. Merawat empat lansia yang tidak bisa jalan, kadang merengek seperti anak-anak karena minta didahulukan,” ungkapnya kepada Media Center Haji (MCH) di hajj pavilion 5 Bandara Prince Mohammed bin Abdulaziz Madinah, Sabtu (20/6/2026).
Mulanya, Isrudin hanya berangkat berdua bersama ibunya yang tak kuat jalan jauh. Namun, setibanya bersama rombongan kloter PLM 13, ia bertemu dengan tiga jemaah lansia yang masing-masing berangkat sendiri, tanpa pendampingan, juga tak kuat jalan jauh.
“Kasihan, sebenarnya saya tidak kenal, saya cuma sama ibu, sedangkan mereka berangkat sendiri-sendiri,” jelas Isrudin.
Walaupun demikian, Isrudin enggan untuk meninggalkan mereka, ia pun mengaku ikhlas walau terkadang kerepotan saat merawat keempat lansia, termasuk saat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Namun, Isrudin juga mengatakan sangat terbantu, hal ini berkat pelayanan Kementerian Haji dan Umrah di bawah kepemimpinan Menteri Muchamad Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Dahnil Anzar.
“Alhamdulillah, Mas. Pelayanan haji 2026 ini bagus. Kalau saya nilai, ya 98 persen. Secara sistem bagus, alurnya bagus, pemberangkatan, hingga pelayanan, sangat terbantu,” papar Isrudin.
Saat berita ini dimuat, Isrudin tengah dalam perjalanan pulang menuju kota kelahirannya, Kota Pagar Alam, Palembang, sambil mendampingi keempat jemaah lansia, dan membawa oleh-oleh kurma untuk keluarga di rumah. (msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




