Fitriyah Kusumawati
TULUNGAGUNG,BANGSAONLINE.com - Kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Tulungagung mencapai 965.760 jiwa hingga Mei 2026, namun tingkat keaktifan peserta masih rendah sehingga daerah ini berada di peringkat ke-36 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Berdasarkan data BPJS Kesehatan, jumlah peserta JKN di Tulungagung mencapai 965.760 jiwa atau 84,52 persen dari total penduduk sebanyak 1.142.607 jiwa.
BACA JUGA:
Meski mengalami peningkatan, capaian tersebut masih menempatkan Tulungagung di posisi ke-36 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Selain cakupan kepesertaan, tingkat keaktifan peserta JKN juga masih menjadi tantangan.
Dari total peserta yang terdaftar, sebanyak 689.150 jiwa berstatus aktif dan 276.610 jiwa berstatus nonaktif.
Dengan demikian, tingkat keaktifan peserta baru mencapai 60,31 persen dan menempatkan Tulungagung di peringkat ke-36 se-Jawa Timur.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, Fitriyah Kusumawati, mengatakan peningkatan cakupan kepesertaan dan keaktifan peserta menjadi fokus utama yang terus diupayakan bersama pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, badan usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
"Pemda membentuk Tim Percepatan UHC Kabupaten Tulungagung sekaligus menyesuaikan kebutuhan anggaran yang dipersiapkan," ujarnya saat kegiatan media gathering di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, Jumat (19/6/2026).
Menurut Fitriyah, konsep Universal Health Coverage (UHC) tidak semata-mata berorientasi pada jumlah peserta yang terdaftar, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang merata dan berkualitas.
"UHC sendiri tidak hanya tentang jumlah kepesertaannya tapi juga tentang pemerataan akses pelayanan kesehatan," katanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




