Ilustrasi MBG
JAKARTA,BANGSAONLINE.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan sejumlah perubahan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk melibatkan kantin sekolah dalam proses produksi makanan dan menghentikan sementara pembangunan dapur baru.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas program melalui penguatan tata kelola, efisiensi anggaran, dan penajaman sasaran penerima manfaat.
BACA JUGA:
- Polres Pamekasan Dalami Dugaan Rangkap Jabatan Korwil BGN, Pemeriksaan Maraton 10 Jam
- Dapur MBG Ditutup Sementara Usai Keracunan Massal Puluhan Siswa SMAN 1 Kokop Bangkalan
- Efisiensi Anggaran, BGN Stop Sementara Pendaftaran Dapur MBG Baru
- Dinkes Bangkalan Hentikan Pendampingan Urus Sertifikat Dapur MBG usai Muncul Isu Pungli
Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, menegaskan pihaknya berkomitmen memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program berjalan lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Fokus utama BGN saat ini adalah memastikan setiap anggaran dan sumber daya yang menghasilkan dampak yang optimal," ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (05/06/2026).
Sebagai bagian dari evaluasi program, BGN melakukan penataan ulang terhadap sejumlah aspek pelaksanaan MBG.
Langkah yang ditempuh meliputi refocusing penerima manfaat, moratorium pembangunan dapur baru, serta optimalisasi dapur yang telah beroperasi.
Selain itu, BGN juga memperkuat pembinaan dan standardisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




