Padatnya Jalur Mina, Ning Lia DPD RI Bagikan Tips Aman Jika Terpisah dari Rombongan Haji

Padatnya Jalur Mina, Ning Lia DPD RI Bagikan Tips Aman Jika Terpisah dari Rombongan Haji Lia Istifhama saat melaksanakan ibadah lontar jumrah.

MINA, BANGSAONLINE.com – Fase mabit (bermalam) dan melontar jumrah di Mina selalu menjadi titik paling krusial sekaligus menguras fisik dalam rangkaian ibadah haji. Di tengah jutaan umat muslim yang bergerak bersama membentuk gelombang manusia, risiko jemaah terpisah dari rombongannya sangatlah tinggi.

Situasi padat dan melelahkan di jalur maktab menuju jamarat ini mendapat perhatian khusus dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. (Ning Lia), yang mengamati langsung kondisi di lapangan.

Politikus yang dikenal dekat dengan masyarakat ini membagikan sejumlah langkah preventif dan tips aman bagi jemaah haji Indonesia agar tidak tersesat, atau tahu apa yang harus dilakukan jika terpisah dari rombongan.

1. Tetap Tenang dan Jangan Panik

Menurut, kunci utama saat menyadari diri terpisah dari rombongan adalah mengendalikan emosi. Rasa panik hanya akan membuat jemaah kehilangan arah dan sulit berpikir jernih.

"Hal pertama yang harus dilakukan adalah tenang. Jangan memaksakan diri berjalan tanpa arah di tengah arus gelombang manusia yang begitu deras, karena itu justru bisa membuat posisi kita makin jauh dari jalur yang dikenal," ujarnya.

2. Manfaatkan Atribut Resmi dan Smart Card (Nusuk)

Setiap jemaah haji Indonesia dibekali dengan identitas yang sangat lengkap. mengingatkan agar jemaah tidak pernah melepas gelang identitas, kartu maktab, serta Smart Card (kartu Nusuk) yang dikalungkan.

Fungsi Gelang & Kartu: Memuat data manifes jemaah, nomor kloter, dan lokasi maktab tempat menginap di Mina.

Tindakan: Jika terpisah, tunjukkan kartu atau gelang tersebut kepada petugas untuk memudahkan proses evakuasi atau pengantaran kembali ke tenda.

3. Cari Pos Petugas atau Bendera Merah Putih

Pemerintah Indonesia melalui PPIH (Panitia Penyelenggara) telah menyiagakan ratusan petugas di sepanjang jalur jamarat, terutama di titik-titik krusial seperti terowongan Mina dan persimpangan maktab.

Jemaah diimbau untuk segera mencari petugas yang mengenakan seragam resmi atau rompi bertuliskan "Petugas Haji Indonesia".

"Petugas kita tersebar di sepanjang jalur Mina. Jika merasa kehilangan rombongan, segeralah mendekat ke pos petugas terdekat atau cari kerumunan jemaah Indonesia lainnya. Jangan malu atau takut untuk bertanya," lanjut.

4. Jangan Berjalan Sendirian, Gunakan Sistem "Saling Jaga"

Sejak awal keberangkatan, jemaah selalu diingatkan untuk bergerak dalam kelompok-kelompok kecil (regu). menekankan pentingnya komitmen antarjemaah untuk saling mengawasi satu sama lain selama perjalanan menuju tempat melontar jumrah.

"Keberhasilan menghadapi padatnya Mina adalah kebersamaan. Jangan ada jemaah yang merasa kuat lalu berjalan sendirian meninggalkan regunya. Saling menjaga pandangan dan saling memegang pundak atau tas kawan di depan jika arus manusia sedang sangat padat," pungkasnya.

Dengan kedisiplinan, fisik yang prima, serta pemahaman regulasi jalur yang baik, fase krusial di Mina diharapkan dapat dilalui oleh seluruh jemaah haji Indonesia dengan aman, lancar, dan selamat hingga kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO