Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Fokus Stabilitas Harga dan Distribusi Pangan

Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Fokus Stabilitas Harga dan Distribusi Pangan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan saat podcast bersama BANGSAONLINE dalam program Jawara atau akronim dari Jagongan Wakil Rakyat.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Komisi II menegaskan komitmennya dalam mengawal program prioritas ketahanan pangan, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan. 

Fokus utama adalah memastikan keberlanjutan pangan dari hulu ke hilir melalui perlindungan petani, penguatan produksi, dan stabilitas distribusi.

Saad Muafi atau yang akrab disapa Gus Afi selaku anggota Komisi II menyoroti pentingnya perlindungan lahan produktif agar tidak beralih fungsi.

"Masalahnya adalah regenerasi dan perlindungan. Banyak lahan produktif beralih fungsi menjadi industri. Komisi II tengah memperketat Perda LP2B agar sawah kita tidak hilang. Tanpa lahan, tidak ada pangan," ujarnya.

Sementara itu, anggota lainnya, Nur Laila, menekankan perlunya infrastruktur irigasi yang cerdas untuk mendukung produksi.

"Kita butuh waduk dan embung berfungsi optimal saat kemarau. Komisi II mengawal agar revitalisasi sistem irigasi berjalan sesuai target," tuturnya.

Sedangkan Fatiyyah Azzahro menambahkan, distribusi hasil panen harus diperkuat agar petani tidak dirugikan tengkulak.

"Petani kita jago tanam, tapi sering kalah saat menjual. Hilirisasi menjadi kunci agar nilai tambah ekonomi tetap di desa," katanya.

Komisi II juga mengawal program subsidi pupuk, dan bibit unggul agar tepat sasaran. Selain itu, mereka mendorong penggunaan pupuk organik melalui bantuan mesin pengolah kompos bagi kelompok tani.

Dalam aspek perlindungan, program asuransi pertanian menjadi solusi bagi petani menghadapi risiko gagal panen. Gus Afi menegaskan, pemerintah daerah menanggung premi asuransi agar petani tidak terjerat utang ketika gagal panen.

Di sisi distribusi, Komisi II mendorong pengadaan mesin Rice Milling Unit (RMU) modern, dan pembangunan gudang penyimpanan agar harga hasil tani tetap stabil saat panen raya. Dewan mengajak generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.

"Bertani sekarang sudah diproteksi asuransi dan didukung subsidi. Jadilah Petani Milenial yang melek teknologi," ucap Gus Afi. (red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO