SIDOARJO,BANGSAONLINE.com - Lapas Kelas I Surabaya atau Lapas Porong Sidoarjo menggandeng enam stakeholder untuk memperkuat program pembinaan warga binaan melalui pendidikan, bantuan hukum, layanan kesehatan, hingga pelatihan keterampilan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama sejumlah lembaga dan yayasan sebagai upaya mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan agar lebih siap kembali ke masyarakat.
BACA JUGA:
- Lapas Porong Perketat Pengawasan Wartelsuspas, Cegah Penyalahgunaan oleh Warga Binaan
- Lahan Tidur Lapas Porong Disulap Jadi Kebun Jagung, Panen Perdana Tuai Apresiasi DPR RI
- Safari Ramadhan, Lapas Kelas I Surabaya Bagikan Bantuan untuk Warga Sekitar
- Lapas Porong Raih Penghargaan Bareskrim atas Dukungan Ungkap Kasus Narkoba
Kepala Lapas Kelas I Surabaya Sohibur Rachman mengatakan kolaborasi itu bukan sekadar seremoni administratif, melainkan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pembinaan di lingkungan lapas.
“Apa yang telah kita tandatangani hari ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama dan membutuhkan dukungan dari petugas maupun pihak lembaga dan yayasan untuk saling berbagi ilmu,” ujar Sohibur Rachman, Selasa (12/5/2026).
Menurut Sohibur, keberhasilan program pembinaan tidak dapat dijalankan hanya oleh pihak lapas.
Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar warga binaan mendapatkan akses pembinaan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Sohibur juga menegaskan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas serta koordinasi antarlembaga agar seluruh program berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Kerja sama ini jangan hanya berhenti pada penandatanganan dokumen saja, tetapi harus mampu menghadirkan bukti nyata dan manfaat langsung bagi warga binaan,” tegasnya.
Dalam kerja sama tersebut, Lapas Kelas I Surabaya menggandeng enam stakeholder, yakni Yayasan Sekar Mentari, Lembaga Bantuan Hukum Pekat, Lembaga Bantuan Hukum Plato, PKBM Nurul Huda, Yayasan Omah Sehat Bersinar Surabaya, dan Plato Foundation.
Penandatanganan PKS itu turut dihadiri jajaran pejabat struktural, petugas pembinaan, serta perwakilan masing-masing lembaga dan yayasan yang terlibat.
Melalui sinergi tersebut, Lapas Kelas I Surabaya berharap program pembinaan warga binaan dapat berjalan lebih optimal, terarah, dan berkelanjutan. (cat/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




