Kegiatan penguatan dan pendampingan yang digelar Lapas Porong
SIDOARJO,BANGSAONLINE.com - Lapas Kelas I Surabaya atau Lapas Porong Sidoarjo memperketat pengawasan penggunaan wartelsuspas (warung telekomunikasi khusus pemasyarakatan) dengan melibatkan pihak ketiga pengelola layanan komunikasi warga binaan.
Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan penguatan dan pendampingan yang digelar di Aula Sugeng Handrijo pada Selasa, 19 Mei 2026, sebagai upaya mencegah penyalahgunaan fasilitas komunikasi di dalam lapas.
BACA JUGA:
- Lapas Porong Gandeng 6 Lembaga, Perkuat Pendidikan hingga Bantuan Hukum Warga Binaan
- Lahan Tidur Lapas Porong Disulap Jadi Kebun Jagung, Panen Perdana Tuai Apresiasi DPR RI
- Safari Ramadhan, Lapas Kelas I Surabaya Bagikan Bantuan untuk Warga Sekitar
- Lapas Porong Raih Penghargaan Bareskrim atas Dukungan Ungkap Kasus Narkoba
Kegiatan dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas I Surabaya Sohibur Rachman bersama jajaran. Seluruh pihak ketiga penanggung jawab wartelsuspas turut hadir untuk menerima arahan terkait mekanisme penggunaan layanan komunikasi sesuai ketentuan.
Dalam kegiatan tersebut, petugas lapas menegaskan pentingnya pengawasan secara konsisten dan berkelanjutan agar penggunaan wartelsuspas tetap tertib serta tidak disalahgunakan oleh warga binaan maupun pihak lain.
Kalapas Kelas I Surabaya Sohibur Rachman mengatakan, wartelsuspas merupakan fasilitas komunikasi yang harus dimanfaatkan sesuai aturan dan berada dalam pengawasan ketat.
“Wartelsuspas merupakan fasilitas layanan komunikasi yang harus dimanfaatkan sesuai aturan. Karena itu, diperlukan komitmen bersama antara petugas dan pihak ketiga agar tidak terjadi penyimpangan ataupun penyalahgunaan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban lapas,” ujar Sohibur, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, kegiatan penguatan dan pendampingan tersebut menjadi langkah preventif untuk meminimalisir potensi penyelewengan sekaligus memastikan layanan komunikasi bagi warga binaan tetap aman dan akuntabel.
“Kami ingin pengawasan terhadap pelaksanaan wartelsuspas dilakukan secara konsisten dan transparan. Sinergi dengan pihak ketiga sangat penting agar layanan ini tetap berjalan optimal tanpa menimbulkan gangguan keamanan di dalam lapas,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas I Surabaya berharap kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan wartelsuspas semakin kuat sehingga layanan komunikasi bagi warga binaan dapat berjalan tertib, bersih, dan bebas dari penyimpangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




