KH Imam Jazuli, LC, MA. Foto: Dok. Pribadi
*Wasathiyah dan Kepemimpinan Intelektual*
Di sisi lain, Prof. Nasaruddin Umar memberikan kompas ideologis. Kekuatan NU itu pada Wasathiyah (moderat). Tidak ke kiri, tidak ke kanan. Jika NU ditarik ke ekstrem kiri atau kanan, ia kehilangan jiwanya.
Prof. Nasaruddin, dengan kedalaman spiritual dan akademiknya, menegaskan bahwa kepemimpinan NU ke depan haruslah integratif: mengakar di tradisi, progresif di pemikiran, dan matang di manajerial. Alumni PMII, yang bertebaran di berbagai profesi, adalah modal insani yang harus disatukan kembali untuk menjaga nilai-nilai luhur ini.
Secara spesifik Prof Nasar melihat NU hari ini seperti raksasa yang kelelahan, bukan seperti tidur, sebab nyatanya tidak tidur, tapi butuh energi dan visi baru yang lebih segar untuk menatap masa depan.
*Sepakat untuk Menyelamatkan NU*
Momentum Halal Bihalal ini adalah sinyal, sekaligus tekad bersama untuk menyelamatkan NU. IKA PMII sadar, jika struktur PBNU tidak segera diselamatkan dari kepemimpinan yang gagal, dampaknya akan dirasakan oleh seluruh Nahdliyin. Jadi, ini bukan soal bagi-bagi kekuasaan. Ini soal survival organisasi terbesar di dunia.
Menyelamatkan NU adalah tugas sejarah. Halal bihalal IKA PMII 2026 membuktikan bahwa ikatan batin itu tidak pernah putus. PMII adalah rahim kaderisasi, dan ketika sang ibu (PBNU) sedang dalam bahaya, sang anak (PMII) wajib kembali untuk memperbaiki.
Sebab bagaimanapun, soliditas adalah ruh perjuangan yang tak boleh padam; tanpa kesatuan barisan, pergerakan hanya akan menjadi riak kecil di tengah badai tantangan. Wabil khusus, satu visi dan irama antara Cak Imin, Nusron, dan Menag adalah keharusan mutlak dalam mengawal reformasi NU.
Kita tunggu, apakah konsolidasi di Kemayoran ini akan benar-benar membawa NU kembali ke jalur yang khittah, atau hanya sekadar riak kecil menjelang suksesi. Namun, satu hal yang pasti: pergerakan telah dimulai. Dan ketika alumni PMII bersatu, NU sedang bersiap untuk bangkit kembali.
Jika pilar-pilar tersebut solid, didukung penuh oleh seluruh jaringan PMII, maka misi penyelamatan dan perbaikan NU akan berhasil gemilang, membawa maslahat nyata bagi Nahdliyin. Doa kami, semoga Allah SWT menyatukan hati, pikiran, dan langkah kalian semua dalam satu garis komando perjuangan. Tangan terkepal dan maju ke muka! Wallahu'alam Bishawab
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




