Relokasi Pasar Gadang Bakal Dituntaskan Sepekan, Pemkot Malang Percepat Penataan

Relokasi Pasar Gadang Bakal Dituntaskan Sepekan, Pemkot Malang Percepat Penataan Alat berat yang digunakan untuk pembongkaran lapak di Pasar Gadang Kota Malang

KOTA MALANG,BANGSAONLINE.com - Pemkot Malang memberi tenggat satu minggu bagi pedagang untuk pindah dari Pasar Gadang ke lokasi relokasi yang telah disiapkan.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan percepatan tersebut merupakan bagian dari upaya menuntaskan program penataan pasar yang telah lama direncanakan. 

Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan di lapangan menghadapi sejumlah kendala, mulai dari faktor cuaca hingga masih adanya pedagang yang bertahan di lokasi lama.

“Waktu sudah sangat terbatas. Kami minta dalam satu minggu semua pedagang yang masih berjualan di luar segera masuk ke area relokasi,” tegas Wahyu saat melaksanakan pembongkaran secara simbolis kios/bedak Pasar Induk Gadang sisi selatan pada Rabu (1/4/2026).

Ia menyatakan, jika batas waktu tersebut tidak dipatuhi, pemerintah akan turun langsung memastikan proses relokasi berjalan sesuai rencana.

Langkah ini berkaitan dengan proyek penataan yang didanai pemerintah pusat melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) yang harus segera direalisasikan.

Seiring percepatan relokasi, Pemkot Malang juga mengebut penyelesaian sarana pendukung di lokasi baru. 

Penataan kawasan Pasar Gadang juga mencakup pengaturan ulang sisi utara, penyesuaian pagar, serta pembangunan akses jalan yang terhubung dengan jembatan melalui jalur kembar.

Perbaikan tersebut diharapkan mampu mengurai kepadatan sekaligus meningkatkan kenyamanan lingkungan sekitar pasar.

Wahyu menilai percepatan ini penting agar tidak memengaruhi penilaian pemerintah pusat terhadap pelaksanaan program.

Ia menegaskan, anggaran yang dikucurkan tidak hanya untuk relokasi pedagang, tetapi juga untuk pembenahan infrastruktur yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.

Dalam program ini, sekitar 1.200 pedagang akan dipindahkan. Pemerintah memastikan seluruhnya merupakan pedagang lama tanpa adanya penambahan pedagang baru.

Meski proses relokasi tidak mudah, perubahan mulai terlihat dengan adanya pedagang yang berinisiatif pindah secara mandiri.

Salah satunya Kiptiyah, pedagang yang telah puluhan tahun berjualan di Pasar Gadang, yang memilih beradaptasi dengan kondisi baru meski fasilitas masih bersifat sementara.

“Bangunannya sederhana, tapi cukup untuk mulai jualan lagi,” ujarnya.

Ia bahkan berencana membuka usaha kuliner di lokasi baru dan menargetkan dapat kembali berdagang dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya memulai langkah baru. (dad/van)