Sekitar 9 juta warga Amerika Serikat turun jalan meneriakkan No King. Demo itu meledak di kota-kota besar di Amerika Serikat. Mereka memprotes Presiden Amerika Serikat Donald Trump terutama soal perang dengan Iran yang dianggap tak ada manfaatnya. Mereka menilai perang itu justru merugikan rakyat Amerika Serikat. Foto: CNN
Seperti diberitakan, AS bersama sekutunya Israel melancarkan operasi secara brutal sejak 28 Februari. Aksi brutal milir itu mengakibatkan Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran meninggal. Korban dikabarkan mencapai ribuan warga sipil Iran.
"Saya mengutuk eskalasi militer hari ini di Timur Tengah. Penggunaan kekuatan oleh Amerika Serikat & Israel terhadap Iran, dan pembalasan selanjutnya oleh Iran di seluruh wilayah, merusak perdamaian & keamanan internasional," kata Gutteres pada 28 Februari.
Duta Besar Kolombia untuk PBB Leonor Zalabat Torres juga mengecam tindakan militer yang melanggar piagam PBB dari pihak manapun yang melakukan.
"Saat kekerasan menggantikan hukum, tatanan internasional melemah dan barbarisme mengambil alih tempatnya," kata dia dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB.
"Yang pertama kali dirugikan adalah warga sipil," imbuh dia.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan operasi Amerika Serikat dan Israel di Iran ilegal dan sembrono. Dia menyebut negara Eropa itu tak berdiri sendiri.
"Kami berdiri dengan nilai-nilai konstitusi kami, prinsip-prinsip Uni Eropa, Piagam PBB dan hukum internasional, dan dengan perdamaian," kata Sanchez pada awal Maret.
Dia juga berujar, "Naif jika mempercayai kekerasan adalah jawaban atau mengikuti kepemimpinan yang buta."
Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memang terus mendapat kecaman dari berbagai belahan dunia. Terumasuk dari rakyat Amerika sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




