Emil Elestianto Dardak, Wagub Jatim saat memberi keterangan kepada awak media
"Kita bisa merinci mulai dari desil satu hingga empat, sehingga program intervensi dapat dirancang secara lebih terarah dan tepat sasaran," ujarnya.
“Melihat kemiskinan tidak cukup hanya dari satu angka. Perlu dilihat secara makro maupun mikro agar intervensi yang dilakukan benar-benar tepat,” tambahnya.
Emil menyampaikan BPS membuka ruang kolaborasi yang luas bagi pemerintah kabupaten/kota untuk memantapkan data secara bersama.
Ia mendorong agar penguatan data dilakukan beriringan dengan BPS.
Selain itu, ia menekankan kemiskinan masih menjadi persoalan di Kabupaten Tuban maupun Jawa Timur secara umum.
Oleh sebab itu, setiap langkah intervensi harus dilakukan secara terarah dan terukur.
"BPS juga mendorong adanya pertukaran data antara pemerintah daerah dan lembaga statistik. Agar data dapat disinkronkan," tandasnya. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




