Emil Elestianto Dardak, Wagub Jatim saat memberi keterangan kepada awak media
TUBAN,BANGSAONLINE.com - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperkuat akurasi data kemiskinan.
Menurutnya, langkah Bupati Tuban bersama jajarannya dalam memperoleh data yang lebih rinci dapat disinergikan dengan BPS.
BACA JUGA:
- Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Baru Tuban Capai Miliaran Rupiah, Bupati Lindra Siapkan Revitalisasi
- Mangkrak Sejak 2021 Karena Tak Sesuai Standar MA, Nasib Gedung Baru PN Tuban Belum Jelas
- Antisipasi Lonjakan Harga, Pemkab Tuban Perketat Pengawasan Bahan Pokok
- Pemkab Tuban Siapkan Rekrutmen Berbasi Talenta untuk Isi 8 Kursi OPD yang Masih Kosong
Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) diharapkan terus dilengkapi dan diperkaya melalui data lokal yang disusun dengan pendekatan by name by address (BNBA).
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027, Selasa (31/3/2026), di Pendopo Kridho Manunggal.
Ia menjelaskan, pengukuran kemiskinan secara makro selama ini cenderung didasarkan pada tingkat pengeluaran masyarakat.
Kondisi tersebut membuat penerima bantuan sosial (bansos) yang secara statistik berada di atas garis kemiskinan dapat dianggap tidak lagi miskin karena adanya tambahan pengeluaran dari bantuan tersebut.
Oleh karena itu, Emil menekankan pentingnya pelengkapan data makro dengan data mikro agar memberikan gambaran yang lebih komprehensif.
Dengan data mikro, pemerintah dapat mengidentifikasi kondisi masyarakat secara lebih rinci berdasarkan desil.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




