Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Stabilitas Harga Pangan Jelang Idulfitri 1447 H

Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Stabilitas Harga Pangan Jelang Idulfitri 1447 H Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan saat podcast bersama BANGSAONLINE dalam program Jawara atau akronim dari Jagongan Wakil Rakyat.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan menggelar diskusi dengan tema 'Pasuruan Siaga: Menjaga Dapur Warga Jelang Hari Raya'. Fokus pembahasan meliputi stabilitas harga pangan, rantai pasok, serta perlindungan konsumen menjelang Idulfitri.

Agenda tersebut menghadirkan 3 narasumber, yakni Saad Muafi atau yang akrab disapa Gus Afi, Ning Ila sapaan karib Nur Laila, dan Fatiyyah Azzahro. Gus Afi menegaskan pentingnya pengawasan pasar agar tidak terjadi penimbunan. 

“Komisi II sudah memantau titik-titik krusial. Kami tidak ingin ada penimbunan. Dinas Perdagangan harus proaktif memantau harga harian,” ujarnya.

Sementara itu, Ning Ila menyoroti aspek ketahanan pangan. Menurut dia, stok petani lokal cukup, namun distribusi yang panjang membuat harga di pasar lebih tinggi. 

Ia mendorong digitalisasi pasar agar jalur distribusi lebih efisien. Sedangkan Ning Fatiyah menekankan dukungan anggaran, termasuk Dana Tak Terduga untuk intervensi harga, serta pembangunan cold storage guna menjaga kualitas komoditas.

Dalam sesi operasi pasar, mereka sepakat perlunya program pasar murah yang tepat sasaran. 

“Kami mewajibkan setiap operasi pasar diawasi ketat agar tidak diborong tengkulak,” kata Gus Afi. 

Ning Ila menambahkan, gerakan Pangan Murah melibatkan Gapoktan agar warga bisa membeli langsung dari produsen.

Pembahasan juga menyinggung perlindungan konsumen. Gus Afi menegaskan sidak rutin akan dilakukan bersama Satgas Pangan. 

Di samping itu, Ning Ila menekankan pemeriksaan kesehatan hewan ternak, sedangkan Ning Fatiyah mendukung penguatan laboratorium pengujian pangan daerah.

Peran UMKM turut dibahas. Ning Fatiyah menyebut program Bantuan Modal UMKM sebagai upaya menjaga usaha kecil tetap bertahan. 

Ning Ila pun mengimbau warga berbelanja di pasar tradisional, sementara Gus Afi memastikan regulasi bazar Ramadan dipermudah. Di akhir pemaparan, para narasumber mengingatkan warga agar tidak panik menghadapi kenaikan harga. 

“Stok pangan di Kabupaten Pasuruan aman hingga Lebaran. Jika menemukan harga tidak masuk akal atau penimbunan, segera lapor,” ucap Gus Afi (red)