Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan saat podcast bersama BANGSAONLINE dalam program Jawara atau akronim dari Jagongan Wakil Rakyat.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan menegaskan komitmennya untuk sinergi menghadapi cuaca ekstrem melalui program infrastruktur, mitigasi bencana, hingga edukasi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam diskusi bertajuk, 'Pasuruan Tangguh: Siaga dan Sinergi Menghadapi Cuaca Ekstrem. Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan, Eko Suyono, dan Khoirul Anam, memaparkan akar masalah banjir di Pasuruan.
Menurut mereka, persoalan terjadi karena kurangnya daerah resapan di hulu, pendangkalan sungai di hilir, serta rendahnya kesadaran warga menjaga drainase lingkungan.
“Tahun ini kita fokus pada normalisasi di titik-titik penyempitan dan pengadaan pompa kapasitas tinggi di wilayah langganan genangan,” kata Eko Suyono.
Sementara Sudiono Fauzan menegaskan DPRD memastikan anggaran tersedia, termasuk melobi pemerintah provinsi dan pusat.
Khoirul Anam menambahkan, pembangunan fisik kerap terkendala pembebasan lahan sehingga perlu dukungan masyarakat.
Selain infrastruktur, DPRD Kabupaten Pasuruan juga mendorong reboisasi di lereng Bromo untuk menahan aliran air hujan.
“Target kita adalah reboisasi di lereng Bromo. Kita ingin setiap tetes air hujan tidak langsung lari ke bawah, tapi meresap dulu ke tanah,” kata Sudiono Fauzan.
Dari sisi teknologi, DPRD Kabupaten Pasuruan mengawal pemasangan Early Warning System (EWS) di hulu sungai agar data debit air bisa dipantau secara real-time. Data tersebut akan diintegrasikan ke BPBD dan balai desa.
“Tugas saya memastikan warga paham suara sirine itu artinya apa. Edukasi evakuasi mandiri itu kuncinya,” ucap Khoirul Anam.
Disampaikan olehnya, Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan juga menekankan pentingnya budaya kebersihan melalui program Bank Sampah Desa.
“Sampah yang dibuang sembarangan adalah ‘investasi’ banjir di masa depan,” imbuhnya.
Sebagai penutup, DPRD Kabupaten Pasuruan menyampaikan pesan agar masyarakat tetap tangguh menghadapi cuaca ekstrem.
“DPRD Kabupaten Pasuruan berkomitmen anggaran bencana adalah prioritas. Kami ingin Pasuruan tidak hanya bertahan dari banjir, tapi mampu mencegahnya,” kata Sudiono Fauzan. (red)





