Senada dengan Khofifah, Menteri Agama Prof. K.H. Nasaruddin Umar mengupas Isra' Mikraj dari sudut pandang hakikat perjalanan (safar). Menurut Imam Besar Masjid Istiqlal ini, ada empat jenis perjalanan spiritual, mulai dari vertikal hingga kolektif dalam organisasi.
"Mikraj ini tujuannya adalah bagaimana setelah kita naik ke puncak kita bisa bersosialisasi dengan masyarakat, inilah sesungguhnya hakikat Mikraj," jelas Menag.
Nasaruddin juga mengapresiasi kolaborasi Muslimat NU dalam memakmurkan Istiqlal dan bahkan menawarkan fasilitas rutin.
"Terima kasih Ibu Khofifah sebagai orang tertinggi di Muslimat NU, silakan kalau Muslimat ingin memanfaatkan Masjid Istiqlal sekali sebulan seperti ini, insyaallah kami akan fasilitasi," ucapnya.

Sementara itu, Ustadz Das'ad Latif yang hadir sebagai penceramah mengingatkan bahwa inti dari Isra' Mikraj adalah perintah salat sebagai solusi atas segala problematika hidup. Ia mengimbau agar umat Islam tidak mengeluhkan masalah di dunia maya.
"Saat ada masalah jangan dibagikan di media sosial, tetapi kembali salat, evaluasi salat kita," tegas Ustadz Das'ad.
Menutup rangkaian acara, Khofifah bersama Arifah Choiri Fauzi menyempatkan diri meninjau Terowongan Silaturahmi. Jalur bawah tanah yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta ini menjadi simbol kuat betapa pentingnya menjaga toleransi dan persaudaraan antarumat beragama di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




