Ringkasan Berita
- Pemprov Jatim meraih penghargaan Terbaik I kategori Penurunan Tingkat Pengangguran (TPT) dari Kemendagri 2026 dan menerima insentif Rp3 miliar dari pemerintah pusat.
- TPT Jawa Timur turun menjadi 3,55% pada Februari 2026, lebih rendah dari rata-rata nasional 4,68%, dan menurun konsisten dalam lima tahun terakhir dari 5,17% di 2021.
- Penurunan pengangguran signifikan terjadi pada lulusan SMK berkat penguatan link and match pendidikan vokasi dan dunia kerja, dengan TPT SMK turun menjadi 5,73%.
- Program magang luar negeri melibatkan 4.920 peserta dari 112 SMK/lembaga kursus, dengan 1.617 peserta lolos seleksi dan mendapat kontrak kerja.
- TPAK Jawa Timur meningkat menjadi 74,78% dan jumlah penduduk bekerja mencapai 24,25 juta orang, bertambah sekitar 388 ribu dibanding tahun sebelumnya.
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Pemprov Jatim meraih penghargaan Terbaik I kategori Penurunan Tingkat Pengangguran (TPT) dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta pada Kamis (4/6/2026).
Selain penghargaan, Pemprov Jatim juga menerima insentif Rp3 miliar dari pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menjalankan program pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menko Polhukam, Djamari Chaniago, kepada Gubernur Khofifah.
Khofifah menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen, mulai pemerintah daerah, dunia usaha, hingga industri. Ia mengatakan, “Alhamdulillah, untuk penurunan angka pengangguran Jawa Timur mendapatkan apresiasi ini. Ini hasil kerja semua lini.”
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat TPT Jawa Timur pada Februari 2026 sebesar 3,55 persen, turun dari 3,61 persen pada Februari 2025, dan lebih rendah dibanding rata-rata nasional 4,68 persen. Dalam lima tahun terakhir, tingkat pengangguran di Jawa Timur konsisten menurun dari 5,17 persen pada 2021 menjadi 3,55 persen pada 2026.
Khofifah menambahkan, penurunan pengangguran signifikan terjadi pada lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berkat penguatan keterhubungan antara pendidikan vokasi dan dunia kerja. TPT lulusan SMK turun menjadi 5,73 persen pada Februari 2026 dari 5,87 persen tahun sebelumnya.
Pemprov Jatim juga memperkuat program link and match, pelatihan berbasis kompetensi, magang industri, serta kerja sama penempatan tenaga kerja dengan 13 negara. Tahun ini, sebanyak 4.920 peserta dari 112 SMK dan lembaga kursus mengikuti program magang luar negeri, dengan 1.617 peserta lolos seleksi dan memperoleh kontrak kerja.
Selain itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Jawa Timur meningkat menjadi 74,78 persen, naik 0,53 persen poin dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk bekerja mencapai 24,25 juta orang, bertambah sekitar 388 ribu orang.
Khofifah menegaskan insentif fiskal Rp3 miliar akan digunakan untuk memperkuat program pembangunan SDM, kewirausahaan, perluasan kesempatan kerja, dan ekosistem investasi.
“Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Jawa Timur. Terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari sinergi besar membangun ekosistem ketenagakerjaan,” pungkasnya. (dev/mar)










