Ringkasan Berita
- MUI Gresik menggelar work session untuk mematangkan program tahun 2026, menekankan eksekusi rencana dan kolaborasi antarkomisi serta dengan pihak eksternal demi mencapai tujuan.
- Organisasi menolak efisiensi anggaran sebagai alasan kemunduran program dan berfokus pada inovasi serta keberanian melangkah, dengan mendorong setiap komisi menyiapkan Terms of Reference (ToR) yang sederhana dan menarik.
- MUI Gresik mengedepankan keseimbangan antara mengikuti perkembangan zaman dengan mempertahankan nilai-nilai lama yang baik, menggunakan ushul fiqh sebagai dasar pengembangan organisasi.
- Forum ini bertujuan mewujudkan Trisula MUI Gresik yang mencakup aspek pelayanan, enterprising, dan academic ecosystem, melalui komitmen, koordinasi berkelanjutan, dan tindakan segera ('start for now').
- Agenda yang diadakan pada 5 Juni 2026 merupakan tindak lanjut dari pertemuan pimpinan komisi sebulan sebelumnya, dengan tajuk 'Eksplorasi Potensi Organisasi untuk Ketercapaian Trisula MUI Kabupaten Gresik 2026'.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - MUI Gresik menggelar work session bersama pimpinan komisi dalam rangka mematangkan strategi ketercapaian program tahun ini. Ketua Umum MUI Gresik, KH Ainur Rofiq Thoyyib, menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian dari eksekusi program yang telah direncanakan.
“Alhamdulillah kita bisa mewujudkan tindak lanjut dari pertemuan pimpinan satu bulan lalu. Ini merupakan eksekusi program yang telah direncanakan MUI Kabupaten Gresik,” ujarnya.
Ia menegaskan efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan kemunduran program. Karena itu, MUI Gresik memperkuat kolaborasi antarkomisi maupun dengan pihak eksternal.
“Kegiatan ini istilahnya ada kabel yang sebelumnya semrawut dan tidak tersambung. Dengan rapat ini harapan kita semua komisi tersambung, bergerak bersama, sehingga perlu ada kolaborasi antara komisi satu dengan yang lain,” paparnya.
Ditekankan pula pentingnya membaca perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai lama.
“Harus terus menggunakan ushul fiqh dalam pengembangan organisasi. Kita harus terus belajar mengikuti perkembangan zaman, tetapi tidak boleh meninggalkan nilai-nilai lama yang baik,” sambungnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Gresik, Prof. Abdul Chalik, mengajak seluruh komisi membangun budaya inovasi.
“Ide itu memang tidak sempurna, dan kita akan mengetahui ketidaksempurnaan itu ketika kita melakukan sesuatu. Inovasi adalah keberanian untuk melangkah,” katanya.
Ia menambahkan, strategi menghadapi efisiensi anggaran adalah membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Setiap komisi didorong menyiapkan gagasan sederhana namun menarik dalam bentuk Terms of Reference (ToR) singkat dan padat.
Pada akhir paparannya, Prof Chalik mengajak seluruh komisi bergerak bersama mewujudkan Trisula MUI Gresik yang meliputi aspek pelayanan, enterprising, dan academic ecosystem.
“Saatnya kita bergerak bersama menuju Trisula MUI. Caranya adalah dengan komitmen, koordinasi berkelanjutan, dan jangan menunggu waktu untuk melakukan sesuatu. Start for now,” pungkasnya.
Agenda bertajuk 'Eksplorasi Potensi Organisasi untuk Ketercapaian Trisula MUI Kabupaten Gresik 2026' berlangsung di Kantor MUI Gresik pada Jumat (5/6/2026), sebagai tindak lanjut pertemuan pimpinan komisi sebulan sebelumnya. (hud/mar)










