Wali Kota juga menyoroti persoalan kebersihan lingkungan yang dinilainya masih menjadi pekerjaan rumah, meskipun Kota Pasuruan dikenal sebagai kota santri.
“Kebersihan sering dianggap persoalan ringan, padahal penyelesaiannya tidak mudah. Sudah dilakukan berbagai pendekatan, namun membiasakan perilaku bersih tetap menjadi tantangan,” tuturnya.
Ia menegaskan pentingnya peran aktif MUI dalam pembangunan sosial dan karakter masyarakat, seiring dengan pembangunan infrastruktur fisik yang dilakukan pemerintah daerah.
“Kami membangun infrastruktur fisik, dan kami berharap para ulama bersama MUI membangun infrastruktur sosialnya. Pembangunan akan optimal jika keduanya berjalan seimbang,” pungkasnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran ulama dalam menjaga nilai keagamaan, memperkuat moral sosial, serta mendukung pembangunan Kota Pasuruan yang berkelanjutan.
Dalam kepengurusan MUI Kota Pasuruan masa khidmat 2025–2030, Dewan Pertimbangan diketuai oleh Adi Wibowo. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan antara lain Abdul Kharim Mas’ud, Mokhamad Nawawi, Ach. Sa’d Kholil, Idris Hamid, Achmad Idrus Alhabsy, Abu Bakar Hasan Assegaf, Hamid Ach. Qusyairi, Rasyidi Imron, dan Khudhorin Nur. Sekretaris dijabat M. Dhohir dengan wakil sekretaris Moh. Nalur Rochman.
Anggota Dewan Pertimbangan meliputi Abu Nasir, M. Arifin Majid, Zaini Hamid, Sofiyah Kusyani, Emilis Setyowati, dan Syamsul Islam.
Sementara itu, Dewan Pimpinan MUI Kota Pasuruan diketuai oleh Abdullah Shodiq sebagai Ketua Umum, didampingi M. Salim Kholil sebagai Wakil Ketua Umum. Jajaran ketua antara lain Achmad Sholeh Romli, Makmur Salim, Anang Abdul Malik, Firmansyah, dan Ahmad Marzuqi. Sekretaris Umum dijabat Ahmad Zawawi, dengan sekretaris Zubair Hamzah dan M. Nur Yasin. Bendahara Umum diemban Wongso Koesoemo, didampingi Dwi Andiono dan Muhammad Abduh. (par/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




