AJI Kediri Kutuk Intimidasi Jurnalis Liput Dugaan Keracunan Massal MBG di Ngawi

AJI Kediri Kutuk Intimidasi Jurnalis Liput Dugaan Keracunan Massal MBG di Ngawi

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Dugaan keracunan massal melibatkan puluhan santri dan siswa di Kecamatan Mantingan, Ngawi, pada Kamis (4/12/2025). Peristiwa ini diduga terkait program Makanan Bergizi Gratis ().

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri, Agung Kridaning Jatmiko, menyampaikan bahwa sejumlah jurnalis dari berbagai media melakukan peliputan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, dan hak publik atas informasi. Namun, dalam prosesnya terjadi pelanggaran terhadap kebebasan pers dan keselamatan jurnalis.

Dijelaskan olehnya, jurnalis sempat dihadang saat meliput di RSUD Mantingan dengan alasan perintah direktur. Akses baru diberikan setelah melalui koordinasi berbelit dengan pejabat dinas kesehatan.

“Sesuai Undang Undang Pers di pasal 8: wartawan berhak mendapat perlindungan hukum dalam melaksanakan profesinya. Wartawan bekerja untuk kepentingan publik,” kata Agung melalui keterangan tertulis yang diterima BANGSAONLINE.com, Minggu (7/12/2025).

Intimidasi juga terjadi saat peliputan pengambilan sampel di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bintang Mantingan. Para jurnalis diusir secara paksa. Seorang petugas bahkan mendorong, menjebol gerbang PVC untuk mengejar, mengambil batu paving untuk dilempar, serta mengancam jurnalis.

“Tindakan ini menyebabkan kegagalan liputan dan merupakan bentuk intimidasi yang serius. Asep Saeful yang berada di lokasi kejadian adalah anggota AJI Kediri,” ucap Agung.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO