Gubernur Khofifah saat menghadiri MEA 2025 di ITS.
“Kami mendorong integrasi antara pembelajaran berbasis teknologi digital dan kewirausahaan modern. Melalui platform Double Track Support System, siswa dapat mengakses pelatihan daring, showcase produk, hingga peluang pemasaran digital,” paparnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Jatim menyediakan fasilitas pembiayaan melalui Bank UMKM Jatim hingga Rp50 juta tanpa agunan, dengan bunga 0-3 persen.
“Kalau program ini berjalan, tentu Dinas Pendidikan akan melakukan asesmen sesuai persyaratan agar jejaring dan kolaborasi ini memberi manfaat besar bagi pelajar SMA/SMK kita,” ucapnya.
Di akhir sambutannya, Khofifah berharap lahir lebih banyak wirausaha muda Jawa Timur yang berani bermimpi besar, berinovasi, dan memberi kontribusi bagi bangsa.
“Generasi yang kuat menghadapi tantangan, cerdas dalam berinovasi, dan tidak pernah berhenti untuk bertumbuh serta berkontribusi bagi negeri. Inilah semangat Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menambahkan bahwa MEA bukan sekadar ajang penghargaan, tetapi juga bentuk motivasi nyata bagi siswa dan alumni yang telah berwirausaha.
“Sekolah kini terkoneksi langsung dengan dunia usaha dan industri (DUDI). Ada yang membuka jasa tata rias, kuliner, hingga multimedia. Rata-rata omzet mereka mencapai Rp5-7 juta per bulan,” ujarnya.
Aries menyebut, akumulasi omzet dari seluruh kompetensi Double Track di 144 sekolah sejak Januari hingga Agustus 2025 mencapai Rp4,7 miliar, menunjukkan besarnya potensi wirausaha di kalangan pelajar. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




