Inilah salah satu berkat atau bentuk sedekah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Besar Jam’iyyatul Qudsiyyah Desa Pringgasela Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur, Rabu (19/10/2021) Foto: lensamandalika.com
Ketiga, peringatan Maulid Nabi itu berisi sedekah. Sekali lagi sedekah!
Nah, sedekah itu sesuai dengan adat istiadat setempat. Di Madura, umumnya memprioritaskan sedekah buah-buahan dan uang. Juga ada sedekah nasi dan sembako plus uang.
Sekarang di mana-mana orang yang mengelar Maulid Nabi berlomba-lomba sedekah paket sembako dan uang. Maklum, Indonesia sekarang mengalami krisis ekonomi. Sehingga rakyat Indonesia lebih suka mendapat sembako dan uang.
Nah, orang-orang yang menggelar peringatan Maulid Nabi SAW – terutama mereka yang kaya – menyajikan berkat atau sedekah unik dengan paket jumbo dan banyak. Misalnya berkat berupa beras 3 kg sampai 5 kg. Itu pun masih ditambah gula, minyak goreng dan sebagainya.
Bahkan di beberapa tempat ada juga berupa berkat sekeranjang durian dan buah-buahan yang lain.
Juga plus uang. Mulai dari Rp 5.000 per orang sampai Rp50 ribu dan bahkan Rp100 ribu per orang.
Apa yang salah dengan sedekah atau berkat? Bukankah sedekah itu kapan pun diperbolehkan? Apalagi saat acara Maulid Nabi yang rangkaian acaranya untuk menghormati kelahiran Rasulullah SAW.
Para ustadz formalis dan tekstualis – terutama ustadz Wahabi – seharusnya bersyukur dan berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW karena mereka punya kesadaran besar untuk membagikan kelebihan rezekinya di tengah rakyat Indonesia kesulitan ekonomi. Bukan malah membid’ahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang nyata-nyata penuh barakah dan membahagiakan sebagian besar rakyat Indonesia.
Apalagi jika para ustadz formalis dan tekstualis itu tak bisa bersedekah sendiri. Mari ustadz fastabiqul khairat, berlomba dalam kebaikan, saling memperbanyak sedekah kepada rakyat Indonesia. Jangan justru menghalangi orang atau masyarakat yang sudah gemar bersedekah. Apalagi sedekah itu dibagikan karena rasa cinta kepada Rasulullah SAW.
Ingat ustadz, memotivasi orang untuk bersedekah dan peduli pada nasib orang lain itu sangat sulit. Karena itu masyarakat yang secara sukarela sudah gemar bersedekah jangan dihalangi dengan isu provokatif bid'ah yang tak jelas.
Wallahua’lam bisshawab
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




