Ustad Adi Hidayat. Foto: Akhyar TV
JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Ustadz Adi Hidayat (UAH), muballigh popular, mengaku kesal terhadap orang yang menghukumi Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bid’ah.
“Maulid bid’ah.. maulid bid’ah…masyaallah, antum itu bid’ah dari kepala sampai kaki,” tegas Ustadz Adi Hidayat di depan para jemaah yang mendengarkan ceramahnya dalam video yang beredar luas.
BACA JUGA:
- Kiai Asep: Muhammadiyah juga Aswaja, Mereka Pilih PAN, yang Pro Khilafah Pilih PKS
- Maulid Nabi di Ponpes Nurul Qodim Probolinggo, Gubernur Khofifah: Santri Pewaris Kepemimpinan Umat
- Peringati Maulid Nabi dan Kemerdekaan RI, Warga Lingkungan Trate Kediri Gelar Kirab Gunungan Sayuran
- Muhammadiyah pun Instruksikan Peringati Maulid Nabi, Kenapa Ustadz Skripturalis Sibuk Membid'ahkan
Ia terang-terangan mengaku kesal karena kadang orang bikin perbandingan hukum yang salah terhadap Maulid Nabi Muhammad SAW sehingga membid’ahan.
“Saya luar biasa kesal. Kadang orang bikin perbandingan begini. Maulid zaman Nabi tidak ada. Dicoret (tidak boleh). Maulid di zaman Sahabat tidak ada. Dicoret. Maulid di zaman Tabi’in tidak ada. Dicoret. Maulid (baru) ada di zaman ini (lalu dihukumi bid’ah),” kata Wakil Ketua I Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.
Menurut Ustadz Adi Hidayat, menyimpulkan hukum bukan seperti itu. “Kalau antum mengamalkan hukum seperti ini fatal,” tegasnya.
Ustad Adi Hidayat lalu menyebut contoh zakat pakai beras. Menurut dia, pada zaman Nabi Muhammad SAW tak pernah ada orang berzakat pakai beras. Ia bahkan menantang dicarikan Hadits yang menjelaskan zakat pakai beras.
“Cari Hadits zakat pakai beras. Sampai kiamat kurang dua hari tak akan ditemukan. Karena Nabi tak pernah bersetuhan dengan beras. Di Hadits palsu pun tak akan ditemukan,” tegasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




