Demo yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jatim.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Sejumlah massa aksi menggelar demonstrasi di depan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jawa Timur pada Rabu (5/2/2026). Aksi tersebut dilakukan bertepatan dengan agenda persidangan kasus dugaan korupsi dana hibah DPRD Jawa Timur yang menghadirkan Gubernur Khofifah sebagai saksi.
Massa menuntut transparansi dan penegakan hukum tanpa tebang pilih dalam perkara yang menyeret sejumlah pejabat dan mantan pejabat Pemprov Jatim. Namun, dalam persidangan itu Khofifah tidak hadir langsung dan diwakilkan oleh Kepala Biro Hukum Pemprov Jatim untuk agenda kesaksian Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
“Kami datang ke sini karena ada informasi Gubernur Jawa Timur akan hadir sebagai saksi. Tapi faktanya, beliau tidak hadir dan hanya diwakilkan. Ini mengecewakan dan mencederai rasa keadilan publik,” kata IM selaku koordinator aksi saat melontarkan kekecewaannya.
IM menegaskan kehadiran langsung kepala daerah penting untuk membuka peran eksekutif dalam pengelolaan dana hibah.
“Kasus dana hibah DPRD Jatim ini bukan perkara kecil. Kami menilai keterangan langsung Gubernur dibutuhkan agar proses hukum berjalan transparan dan tidak menyisakan pertanyaan di masyarakat,” cetusnya.
Dalam aksi tersebut, massa membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar aparat hukum mengusut tuntas dugaan korupsi dana hibah, termasuk memeriksa pihak-pihak yang memiliki kewenangan strategis dalam penganggaran dan pencairan hibah.
Mereka menilai ketidakhadiran Khofifah berpotensi menimbulkan persepsi negatif terkait komitmen pemerintah daerah dalam pemberantasan korupsi.
“Kami tidak ingin hukum hanya tajam ke bawah. Siapa pun yang terlibat atau mengetahui alur dana hibah ini harus dimintai keterangan secara langsung di persidangan,” kata IM.
Aksi berlangsung damai dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Massa menyatakan akan terus mengawal jalannya persidangan dan membuka kemungkinan aksi lanjutan jika tuntutan transparansi tidak dipenuhi. (cat/mar)







