Bupati Jember saat konferensi pers di Jalan Sudarman.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Peristiwa duka yang menimpa seorang ibu usai melahirkan di Kecamatan Sumberbaru meninggalkan kesan mendalam bagi Bupati Jember, Muhammad Fawait. Tragedi tersebut menjadi pemicu lahirnya program khusus untuk memperkuat sistem kesehatan ibu dan anak di Jember.
"Kita tidak ingin peristiwa seperti itu terulang lagi. Setiap ibu harus diselamatkan," ujarnya saat konferensi pers, Kamis (28/8/2025).
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
Sebagai bentuk respons nyata, Pemkab Jember merancang program bertajuk Bucin Kesianak atau akronim dari Bupati Cinta Kesehatan Ibu dan Anak.
Program ini ditujukan untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta prevalensi stunting yang masih tinggi di wilayah tersebut.
“Program ini segera dijalankan. Karena faktanya, Jember mencatat angka kematian ibu dan bayi tertinggi di Jawa Timur. Bahkan untuk kasus stunting, kita juga selalu berada di posisi teratas, baik peringkat pertama maupun kedua,” kata kepala daerah yang akrab disapa Gus Fawait itu.
Dalam pelaksanaannya, program ini akan melibatkan lebih dari 1.000 tenaga kesehatan, termasuk dokter kandungan, bidan, perawat, dan tenaga medis lainnya. Mereka akan diterjunkan langsung ke desa-desa untuk memperkuat layanan kesehatan di tingkat akar rumput.
“Kita tidak lagi hanya mengandalkan bidan dan kader posyandu desa dalam menangani masalah ini. Tenaga kesehatan tambahan akan turun langsung ke lapangan untuk memberikan pendampingan yang lebih intensif,” urai Gus Fawait.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




