Pembantaian 5 Jurnalis, Perangai Yahudi dan Toleransi Islam

Pembantaian 5 Jurnalis, Perangai Yahudi dan Toleransi Islam Anas al-Sharif waktu masih hidup dan aktif sebagai wartawan. Dok. Tangkapan Layar aljazeera.com/Tempo

Seperti pernah saya tulis di BANGSAONLINE, Raja Maroko memang memiliki toleransi tinggi. Sedemikian tolerannya,Raja Muhammad VI mengangkat salah seorang penasehat kerajaan dari tokoh Yahudi, yaitu Andre Azoulay. Raja Mohammed VI juga memerintahkan mendirikan sebuah monumen persahabatan umat Islam dan Yahudi di kota Essaouira. Museum tersebut menyimpan jejak panjang kiprah warga Yahudi di jantung kerajaan Islam.

Museum persahabatan itu diberi nama House of Memory atau disebut Bayt Dakira. Museum itu terletak di antara rumah warga di jantung labirin kota tua Maroko.

Museum itu didirikan di bekas rumah seorang saudagar Yahudi yang membangun sinagoge kecil di rumahnya sendiri. Rumah ibadah itu berhias ukiran kayu dan mebel tradisional khas lokal.

Padahal 99% rakyat Maroko beragama Islam. Sunni. Madzhab Maliki.

Bahkan agama Islam menjadi agama resmi negara di Maroko. Tapi pemerintah Maroko, sekali lagi, melindungi komunitas Yahudi ynag minoritas.

Ini berarti toleransi agama Islam luar biasa. Ironisnya, para pemuja Yahudi justru selalu merendahkan Islam dengan alasan yang dibuat-buat.

Sejarah mencatat, sejak kepemimpinan Nabi Muhammad, kekhalifahan Sayyidina Umar bin Khattab dan seterusnya memiliki sejarah khusus tentang toleransi terhadap Yahudi. Tapi air susu dibalas air tuba.

Wallahua’lam bisshawab.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO