Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
“Pencegahan penyebaran virus ini juga melibatkan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah dan lingkungan sekitar, seperti membiasakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), menggunakan Jamban Sehat, dan menjaga Sanitasi Lingkungan,” ujarnya.
Pemkot Surabaya turut mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Ketua RT dan RW untuk aktif memberikan edukasi tentang pentingnya imunisasi polio dan deteksi dini kelumpuhan.
“Bagi warga yang berencana melakukan perjalanan ke wilayah risiko tinggi atau yang berasal dari wilayah tersebut, diimbau untuk memastikan anak-anak telah mendapatkan imunisasi polio sesuai usia,” ucap Eri.
Pemkot Surabaya juga menekankan pentingnya penyebaran informasi yang akurat mengenai gejala dan pencegahan virus polio jenis VDPV2-n. Warga didorong untuk menyebarluaskan infografis, poster, atau leaflet melalui media sosial guna meningkatkan kewaspadaan publik.
Di akhir imbauannya, Eri mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya hoaks dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi seperti situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kemenkes RI.
“Peningkatan kepedulian dan tanggung jawab bersama sangat diperlukan untuk meningkatkan kewaspadaan dini dan kedisiplinan dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit polio serta penyakit menular lainnya,” pungkasnya. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




