SVP Operasi II Petrokimia Gresik, Joko Raharjo, bersama Insan Petrokimia saat KIPG Ke-39 di Gresik. Foto: Ist
Inovasi ini turut mendukung kelancaran distribusi pupuk bersubsidi di berbagai wilayah Indonesia. Operasional menjadi lebih efektif dan efisien, ketersediaan pupuk terjaga sesuai regulasi, dan kualitas produk tetap terjamin dalam mendukung produktivitas pertanian nasional.
"Kebijakan-kebijakan pemerintah kini semakin memudahkan petani mendapatkan pupuk bersubsidi. Agar kebijakan ini berjalan optimal, tentu dibutuhkan kinerja yang maksimal juga dari Petrokimia Gresik yang merupakan pelaksana kebijakan tersebut. Inilah pentingnya inovasi, sehingga kita siap menjalankan amanah pemerintah untuk mendukung mewujudkan swasembada pangan nasional," kata Joko.
Ia juga menjelaskan, KIPG merupakan wadah strategis yang disediakan perusahaan untuk memfasilitasi semangat inovasi di seluruh lini.
Gelaran yang telah berlangsung selama 39 tahun itu menjadi forum penting bagi perbaikan berkelanjutan, efisiensi operasional, dan penciptaan nilai demi meningkatkan daya saing perusahaan serta mendukung transformasi menuju perusahaan agroindustri berkelanjutan.
Tahun ini, KIPG diikuti oleh 1.752 gugus inovasi, yang terdiri dari 76 Gugus Inovasi Operasi (GIO), 1.461 Gugus Sistem Saran (SS), 79 Gugus Individual Project, dan 136 Gugus 5R.
"Inovasi adalah keharusan di dunia yang semakin kompetitif. Sudah 39 tahun kita menggelar konvensi inovasi ini. Dampak akhirnya akan memberikan kontribusi positif dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang dicita-citakan Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto dalam Asta Cita," ucap Joko. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




