Ayatollah Ali Khamenei. Foto: Handout via AFP/Detik.com
“Ada 12 sampai 13 anak kecil di tempat perlindungan, semuanya menjerit ketakutan,” tutur Ido.
Serangan Iran terhadap Israel itu adalah balasan terhadap terhadap agresi militer yang menewaskan 224 warga Iran. Diantara yang menjadi korban adalah ilmuwan nuklir dan warga sipil.
Israel juga menyerang rumah sakit di Kermansyah. Karena itu Kementerian luar negeri Iran mengecam sebagai kejahatan perang.
Banyak warga Iran yang melarikan diri. Tapi ada juga yang bertahan saat Israel menyerang Iran. Serangan Israel sejak Jumat (13/6/2025) itu menargetkan tempat-tempat vital, terutama fasilitas nuklir. Antara lain, Natanz, Fordow dan Isfahan. Tempat-tempat itu merupakan bagian dari jaringan pengayaan uranium Iran yang selama ini diawasi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Namun para analis dan lembaga internasional mengatakan bahwa serangan Israel itu belum bisa menghentikan laju program nuklir Iran. Israel mengklaim bahwa serangan itu dilakukan untuk menghentikan potensi Iran mengembangkan senjata nuklir. Namun Iran membantah mengembangkan senjata nuklir.
Para ahli nuklir – seperti dilansir Agence France-Presse – menyebut bahwa dampak serangan ini bersifat taktis dan terbatas. Iran selama ini mengembangkan infrastruktur nuklir bawah tanah dengan sistem keamanan yang berlapis.
Perdana Menteri Israel Banjamin Netanyahu terang-terangan mengaku dibantu Amerika Serikat (AS) menyerang Iran. Namun Presiden AS Donald Tump yang dikenal sebagai pembela Yahudi itu sampai hari ini tak mau terus terang.
Donald Trump kini sedang mengalami dilema besar. Pada satu sisi ia merupakan sekutu setia zionis Israel. Pada sisi lain ia akan berhadapan dengan China jika membantu Israel. Apalagi sikap China semakin jelas. Memihak Iran. Bahkan Perdana Menteri China Xi Jinping bersuara keras ketika Israel menyerang Iran. Menurut Jinping, Israel telah melanggar kedaulatan negara Iran. Jinping memang telah lama menjalin hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Iran. Bahkan China disebut menyuplai senjata ke Iran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




