24 Tewas, Israel Kedodoran, Ayatollah Ali Khamenei: Zionis Israel Bakal Bernasib Mengenaskan

24 Tewas, Israel Kedodoran, Ayatollah Ali Khamenei: Zionis Israel Bakal Bernasib Mengenaskan Ayatollah Ali Khamenei. Foto: Handout via AFP/Detik.com

TEHERAN, BANGSAONLINE.com - Kecongkakan dan kebiadaban pemerintah Israel yang selama ini tak mengenal rasa kemanusiaan tampaknya akan segera berakhir di tangan . Zionis Yahudi itu mulai kedodoran melawan serangan senjata . Faktanya, baru berperang empat hari dengan sudah banyak kota-kota utama Israel hancur diterjang rudal tentara . Sebanyak 24 warga Israel tewas.

Bahkan pemimpin tertinggi , Ayatollah Ali Khamenei berjanji di depan rakyatnya akan mengalahkan Israel. “Dengan izin Allah, akan mengalahkan rezim zionis,” tegas Ayatullah Ali Khomeini ketika pidato bela sungkawa terhadap rakyat yang menjadi korban serangan Israel.

Ayatollah Ali Khamenei menyatakan bahwa zionis Israel telah melakukan kesalahan besar. “Atas izin Allah, mereka (zionis Israel) akan bernasib mengenaskan,” kata Ali Khamenei.

Menurut Ayatollah, tak akan membiarkan darah para syuhada mengalir sia-sia. “Bangsa tak akan membiarkan darah syuhada tumpah sia-sia,” tegas Ayatollah sembari mengatakan bahwa militer sedang bersiap-siap menyerang.

“Kita tak akan membiarkan mereka lolos setelah kejahatan besar ini,” kata Ayatullah Khamenei.

Seperti diberitakan media-media internasional, kota-kota utama Israel yang dihujani rudal mengalami kerusakan parah. Kota-kota penting Israel yang luluh lantak itu antara lain Tel Aviv, Haifa, Bnei Brak dan Petah Tikva. Serangan mematikan itu jarang terjadi ketika Israel berperang melawan Palestina. Senjata dan canggih milik tampaknya akan terus menghajar basis-basis vital Israel.

Waraga Israel pun panik. “Seluruh tempat perlindungan berguncang,” kata Shlomi Biton, warga Haifa yang bersembunyi bersama kelima anaknya.

Israel sekarang memang kena batunya. Serangan rudal benar-benar mengancam hidup mereka.

Dilansir berbagai media internasional, Ido, seorang mahasiswa menggambarkan terjadinya kekacauan ketika rudal menghantam rumahnya.

“Ada 12 sampai 13 anak kecil di tempat perlindungan, semuanya menjerit ketakutan,” tutur Ido.

Serangan terhadap Israel itu adalah balasan terhadap terhadap agresi militer yang menewaskan 224 warga . Diantara yang menjadi korban adalah ilmuwan nuklir dan warga sipil.

Israel juga menyerang rumah sakit di Kermansyah. Karena itu Kementerian luar negeri mengecam sebagai kejahatan perang.

Banyak warga yang melarikan diri. Tapi ada juga yang bertahan saat Israel menyerang . Serangan Israel sejak Jumat (13/6/2025) itu menargetkan tempat-tempat vital, terutama fasilitas nuklir. Antara lain, Natanz, Fordow dan Isfahan. Tempat-tempat itu merupakan bagian dari jaringan pengayaan uranium yang selama ini diawasi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Namun para analis dan lembaga internasional mengatakan bahwa serangan Israel itu belum bisa menghentikan laju program nuklir . Israel mengklaim bahwa serangan itu dilakukan untuk menghentikan potensi mengembangkan senjata nuklir. Namun membantah mengembangkan senjata nuklir.

Para ahli nuklir – seperti dilansir Agence France-Presse – menyebut bahwa dampak serangan ini bersifat taktis dan terbatas. selama ini mengembangkan infrastruktur nuklir bawah tanah dengan sistem keamanan yang berlapis.

Perdana Menteri Israel Banjamin Netanyahu terang-terangan mengaku dibantu Amerika Serikat (AS) menyerang . Namun Presiden AS Donald Tump yang dikenal sebagai pembela Yahudi itu sampai hari ini tak mau terus terang.

Donald Trump kini sedang mengalami dilema besar. Pada satu sisi ia merupakan sekutu setia zionis Israel. Pada sisi lain ia akan berhadapan dengan China jika membantu Israel. Apalagi sikap China semakin jelas. Memihak . Bahkan Perdana Menteri China Xi Jinping bersuara keras ketika Israel menyerang . Menurut Jinping, Israel telah melanggar kedaulatan negara . Jinping memang telah lama menjalin hubungan diplomatik dan ekonomi dengan . Bahkan China disebut menyuplai senjata ke

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO