Gubernur Khofifah bersama cicit Syekh Abdul aqadir Al Jailani, Syekh Afeefuddin Al Jailani, saat doa bersama.

Dirinya menjelaskan, ilmu yang didapatkan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani merupakan tak lain juga adalah berkah dan ridho dari ibunya. Pasalnya, ibunya lah yang mengizinkannya pergi belajar ke Baghdad meninggalkan rumah demi menuntut ilmu.
"Maka kalian yang ada di sini bukan karena sekedar cinta kalian kepada Rasulullah dan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, tapi juga karena cinta pada ibunda Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani. Saya datang ke sini malah meminta berkah ke para ibu, bukannya para ibu yang meminta berkah kepada saya," katanya.
Tak lupa, Syaikh Afeefuddin turut mendoakan seluruh tokoh perempuan di Indonesia agar mendapatkan keutamaan yang ada dalam acara ini. Tak terkecuali Gubernur Khofifah yang menjadi inisiator diselenggarakannya majelis ini.
"Mari kita doakan para pendiri jam'iyah Nahdlatul Ulama dan juga Kartini yang telah membangkitkan jiwa pendidikan di Indonesia. Saya tahu buku beliau telah banyak diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan Arab," ujarnya.
"Saya juga berterima kasih kepada Ibu Khofifah yang mulia, ibu yang mengundang saya ke tempat yang penuh dengan kecintaan dan rasa mahabbah kepada Allah, Rasulullah, dan keluarga Rasulullah SAW. Semoga Allah selalu memberikan keberkahan keamanan bagi Indonesia secara umum dan khususnya Jawa Timur," harapnya.
Acara tersebut berjalan khidmat dengan lantunan Manaqib, Shalawat Nabi, Mahallul Qiyam, Tausyiah, dan Ijazah Dala’il yang dilaksanakan. Hadir pula dalam doa bersama itu Ketua PW MNU Jatim Masruroh Wahid serta Ketua PW NU Jatim KH. Abdul Hakim Mahfudz. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




